• Breaking News

    Apa beda standarisasi UPTIME dan TIA-942 ?

    Uptime Institute ( UTI ) dan TIA adalah dua institusi internasional yang membuat standardisasi disain dan kualitas insfrastruktur Datacenter yang menjadi acuan dunia. Banyak perdebatan dan diskusi diantara operator dan pemilik datacentre dalam memilih standard dan sertifikasi dari kedua institusi tersebut. Artikel ini disadur untuk meringkas tulisan Edward Van Leent, Founder dan CEO dari EPI, sebuah perusahaan training dan sertifikasi bidang keahlian Datacenter dan anggota komite ANSI/TIA-942, yang di publikasikan di laman Linkedin.com.
    Sebelum membahas rincian Uptime vs. TIA-942, Edward menjelaskan sedikit latar belakang tentang perjalanan standarisasi Datacenter ini sejak awal nya.
    Uptime (UTI) membuat skema klasifikasi Datacenter berdasarkan empat (4) tingkat yang berbeda yang kemudian dikenal dengan istilah “Tier”. Hal Ini pertama kali dirilis pada tahun 1995 dengan judul “Tier Classification Define Site Infrastructure Performance”. Pada tahun 2005, judul ini diperbaharui menjadi “Tier Standard Topology” yang juga disebut sebagai TST.
    Pada awal tahun 2000, komite TR42 di TIA memutuskan untuk membuat standar telekomunikasi untuk Datacenter. UTI dan TIA saling berhubungan satu sama lain dan UTI memberi TIA hak legal untuk menggunakan filosofi Tier yang telah dikembangkannya untuk dimasukkan ke dalam standar yang akhirnya menjadi standar ANSI / TIA-942 (TIA-942). Akan tetapi TIA-942 tidak hanya membahas Electrical dan Mekanik seperti yang didefinisikan pada tingkat tertinggi di TST akan tetapi juga memasukkan beberapa faktor lainnya yaitu Arsitektur dan Telekomunikasi ( termasuk di dalamnya Fire Safety, Security dan Site Location). Baik UTI dan TIA menggunakan istilah Tier untuk membedakan empat tingkat dari prinsip desain. Adapun UTI masih menggunakan angka Romawi (I, II, III, IV) sedangkan TIA menggunakan angka Arabic-Indic (1,2,3,4).
    TIA merilis standar ANSI / TIA-942 pada tahun 2005. Standar tersebut dengan cepat menjadi populer karena berbagai alasan. Hal ini diperkuat ketika sejumlah organisasi mulai melakukan penilaian kesesuaian berdasarkan ANSI / TIA-942 yang secara jelas menciptakan lingkungan yang jauh lebih kompetitif di pasar dimana sebelumnya UTI adalah satu-satunya pemain tunggal. Dampak dari hal ini dipasar terjadi beberapa kebingungan ketika organisasi mengklaim memiliki Datacenter Tier-X tanpa dapat memberikan referensi apakah klaim ini didasarkan pada UTI-TST atau ANSI / TIA-942. Dikarenakan alasan ini maka pada tahun 2013 UTI mendekati TIA dan meminta TIA untuk mengganti istilah ‘Tier’ dari standar ANSI / TIA-942.
    TIA sebagai organisasi nirlaba tidak masalah dengan hal ini dan karena itu maka disepakati bahwa TIA  yang sebelumnya menggunakan istilah “Tier” pada standar ANSI / TIA-942 akan mengganti istilah tersebut dengan istilah “Rated/ Rating” pada Versi Standar 2014. Pada dasarnya kisah ini yang mengakhiri hubungan antara UTI dan TIA dimana sekarang masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri dengan versi dokumen masing2 pada saat ini dan di kemudian hari.
    Kemudian, Edward menjelaskan perbedaan antara TIA 942 dengan Uptime Institute berkaitan dengan “Standard” yang di maksud sebagai berikut.
    “Standard” dibuat dan di kembangkan oleh organisasi non-profit yang disebut SDO – Standard Development Organisation, yang di akreditasi oleh Badan Standard Nasional sebuah negara, seperti ANSI – di Amerika, CEN – di Eropa ( Regional ), BSI – di Inggris dan SPRING di Singapura. SDO tidak melakukan audit dan tidak melakukan sertifikasi yang biasa dilaksanakan oleh lembaga Audit dan Sertifikasi. Standard bersifat transparan dan di sediakan bagi public, walaupun tidak selalu gratis. Dan Standard biasanya di evaluasi dan perbaharui minimal setiap 5 tahun dengan prosedur yang baku yang di keluarkan oleh Badan Standard Regional atau Nasional. Sehingga kemudian terjadi Revisi Standard, Pengesahan kembali ataupun penambahan/penarikan standard.
    Membandingkan ANSI/TIA-942A dengan UTI-TST sebagai “Standard” tampak bahwa TIA adalah lembaga non-profit  yang di akreditasi/di awasi oleh ANSI dan sertifikasi standard TIA-942 dilakukan oleh EPI yang menyatakan diri sebagai lembaga pelatihan dan sertifikasi yang bekerja sama dengan TIA.
    Sedangkan UTI membuat standard/acuan nya sendiri yaitu TST ( Tier Standard Topology ) serta melakukan pelatihan dan sertifikasi nya sendiri, tanpa ada lembaga lain yang mengawasi atau meng-akreditasi. Pelayanan ini dijual secara komersial dengan lingkup internasional.
    Salah satu perbedaan utama antara UTI-TST dan ANSI/TIA-942 adalah ruang lingkupnya. Untuk panduan topologi TST dari UTI, ruang lingkupnya sangat jelas karena hanya mencakup infrastruktur mekanikal dan elektrikal. Untuk ANSI/TIA-942 situasinya sedikit lebih rumit. Secara resmi standarnya disebut “Standar Infrastruktur Telekomunikasi untuk Datacenter”. Ada sejumlah lampiran di ANSI/TIA-942 yang menggambarkan kriteria tambahan seperti letak lokasi, konstruksi bangunan, infrastruktur listrik dan mekanik, keamanan fisik, keamanan, deteksi kebakaran dan penanganan, dll. Sehingga orang dapat dengan mudah mengetahui bahwa ANSI/TIA-942 mencakup semua aspek Datacenter.
    Salah satu konsultan Datacenter pernah berkata, “Anda bisa membangun sebuah Datacenter pada suatu gubuk kayu yang berada di sebelah jalur kereta api dan pembangkit tenaga nuklir yang berpotensi terjadi kebakaran dan semua pintu terbuka lebar, bisa tetap menjadi Datacenter Tier-IV berdasarkan UTI-TST. Walaupun terdengar tidak masuk akal, pada kenyataannya tidak ada yang bisa membantah apa yang dikatakan konsultan ini, karena UTI-TST hanya mencakup infrastruktur mekanikal dan elektrikal. Meskipun sistem kelistrikan dan mekanis sangat penting, namun tidak masuk akal jika mengabaikan semua aspek lain yang berkontribusi pada sebuah Datacenter yang andal, aman dan terjamin.
    uptime vs tia
    Pada akhirnya deskripsi tentang apa yang dimaksud dengan Tier: I-II-III-IV adalah sama persis dengan apa yang digambarkan oleh ANSI/TIA-942 sebagai Rated: 1-2-3-4. Sebagai contoh, UTI:TST mendefinisikan Tier-III sebagai pusat data Concurrently Maintainable (CM), mirip dengan ANSI/TIA-942 yang mendefinisikan sebuah Rated-3 sebagai Datacenter yang dapat dipelihara secara bersamaan. Namun, seperti disebutkan diatas bahwa UTI:TST hanya mencakup Listrik dan Mekanik (pendinginan) sedangkan ANSI/TIA-942 juga mencakup persyaratan untuk Telekomunikasi untuk memenuhi persyaratan CM tersebut.
    Jadi perbedaan utama tentu saja adalah bahwa ANSI/TIA-942 memberikan panduan dengan cakupan yang lebih luas mengenai aspek2 Datacenter dan bagaimana hal ini dapat dicapai, dengan memberikan indikasi yang jelas tentang apa yang harus/dapat dilakukan untuk mencapai hal ini. Sedangkan UTI: TST digambarkan lebih mudah di implementasikan berdasarkan cakupan yang sempit namun membuat pemilik bisnis berisiko mengalami penilaian yang tidak lengkap terkait semua faktor penting dari infrastruktur Datacenter yang andal.
    Disadur dari artikel Edward Van Leent pada laman Linkedin.com

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad