• Breaking News

    Smart City Bukan Sekedar Aplikasi Tapi Juga Menyangkut Gaya Hidup


    PROKAL.COBANJARMASIN – Kota Banjarmasin dan Banjarbaru adalah dua dari 100 smart city yang ditunjuk oleh pemerintah pusat. Dua daerah ini dinilai mampu mengembangkan kemajuan teknologi informasi saat ini.

    Meski Pemprov tak terlibat langsung dalam pengembangan smart city di dua kota ini. Namun Pemprov juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong terlaksananya smart city di Kalsel.

    Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira yang baru pulang dari Finlandia bersama kepala SKPD Pemprov, mengatakan konsep smart city di Finlandia dikelola sangat bagus.
    “Hal seperti ini yang nantinya kita beri dorongan kepada Kota Banjarmasin dan Banjarbaru,” cetusnya.
    Konsep smart city disana tak melulu terkait kemajuan teknologi. Namun, menyangkut gaya hidup. “Perubahan gaya hidup ini yang juga perlu diperhatikan. ketika tidak berubah, akan sulit mewujudkan smart city,” terang Fajar.
    Salah satu contoh gaya hidup masyarakat disana mereka memanfaatkan mall hingga sekolah menjadi ruang publik yang bisa digunakan selama 24 jam. Ini demi efisien dan efektif.
    “Selama ini yang terbayang dibenak kita, smart city itu semua berkaitan dengan teknologi tinggi. Padahal yang lebih penting adalah efisiensi dan gaya hidup masyarakatnya,” ujarnya.
    Yang menarik, ketika masyarakat membuang sampah plastik ke tempat tertentu, maka akan mendapat saldo yang dapat digunakan untuk pembayaran transportasi.
    “Ini kembali ke gaya hidup. Selain pemanfaatan sampah plastik, juga teknologinya didapat,” terang mantan Kepala Bappeda Kota Banjarmasin itu.
    Sementara, Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong program smart city ini. Tahun depan Pemko membangun Co-Working Space atau Plaza Smart City.
    Tempat ini adalah tempat kerja bersama dengan konsep baru yang bisa digunakan setiap orang. Pemko mempersiapkan lantai tiga bangunana Siring Menara Pandang.
    Di tempat ini akan disediakan perangkat komputer hingga ruangan rapat yang dapat dipakai oleh masyarakat. “Konsep ini menjadi fokus Pemko tahun depan untuk mendorong smart city di Banjarmasin,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Banjarmasin, Hermansyah.
    Sumber:
    http://kalsel.prokal.co/read/news/19485-smart-city-bukan-sekedar-aplikasi-tapi-juga-menyangkut-gaya-hidup.html

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad