TAIWAN (Lampost.co) -- Universitas Bandar Lampung (UBL) mendapatkan kesempatan bersama beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang tergabung di dalam delegasi Indonesia, memenuhi undangan langsung dari pemerintah Taiwan untuk menghadiri Smart Education Expo yang merupakan salah satu kegiatan Smart City Summit & Expo 2019, di Taipei Nangang Exhibition Center, Nangang District, Taipei City, Taiwan, 26 - 29 Maret 2019.
Salah satu even eksibisi besar tingkat dunia ini menghadirkan penerapan teknologi terbaru di berbagai bidang termasuk juga pendidikan. Dalam kesempatan ini juga Rektor UBL M. Yusuf S. Barusman menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga Digital Education Institute, Institute for Information Industry (III), Taiwan, Kamis (28/3/2019). Wakil Presiden Institute for Information Industry (III) Cai Yi Cang menandatangani MoU ini disaksikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti.

Alhamdulillah, UBL mendapatkan kepercayaan untuk bergabung bersama delegasi Indonesia menghadiri kegiatan Smart Education Expo, Smart City Summit & Expo 2019 di Taipei - Taiwan dan melakukan kerja sama dengan Digital Education Institute, Institute for Information Industry (III) Taiwan. Lembaga yang menjadi kepercayaan pemerintah Taiwan dibawah kementerian ekonomi mereka untuk mengembangkan inovasi pembelajaran dan aplikasi teknologi yang efektif di bidang pendidikan dan industri,” katanya.
Kemudian ia mengatakan ekspolasi dan kolaborasi potensi teknologi, peningkatan kualitas metodologi pengajaran, training dan workshop berbagai inovasi dan aplikasi teknologi bidang pendidikan dan industri bagi para dosen dan mahasiswa, pertukaran staf pengajar dan mahasiswa adalah beberapa fokus kegiatan yang akan kita lakukan bersama.  "Selain itu juga UBL ikut mendeklasikan Aliansi Masa Depan Pendidikan se-Asia Pasifik (Asia Pacific Future Edu Alliance) yang mempromosikan pendidikan cerdas berbasis teknologi informasi dan komunikasi, inovasi pembelajaran dan perbaikan manajemen,” kata Yusuf.