• Breaking News

    Penentuan Lokasi Pembangunan Smart City

    KOMITMEN: Edy Gunawan Areq Lung (kedua kanan), Lu Jinping (kedua kiri), Arif (kanan) dan Pemimpin Adat Dayak Kenyah Ajang Kedung (kiri) kompak akan mensukseskan mega proyek sesuai aturan yang ada.
    ATAS undangan pemimpin masyarakat adat Kalimantan Timur (Kaltim), Presiden United nation World Global Village Lu Jinping pergi ke Samarinda, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (25/4). Kedatangannya yang kedua kalinya itu, untuk membahas penentuan lokasi pembangunan Smart City di Kaltim.

    Berlangsung di Aston Samarinda Hotel and Convention Center, pemimpin adat seperti Edy Gunawan Areq Lung dan Ajang Kedung mewakili penduduk asli Dayak lokal menyambut hangat Lu Jinping yang didampingi pemimpin adat wilayah Baloi Malaysia, Arif untuk berinvestasi di tanah Borneo.

    Dalam pertemuan itu, Lu Jinping menjelaskan, United Nation World Global Village adalah sebuah lembaga investasi internasional independen dan komprehensif yang terdaftar sementara di Hong Kong, China.

    Dalam pemaparannya, Lu Jinping menggambarkan arah investasi, mode operasi investasi, bentuk modal dari United nation World Global Village yang berinvestasi di Kaltim dengan persyaratan minimal 300 kilometer persegi di lokasi pantai.

    DISKUSI DAN NEGOSIASI: Lu Jinping (kedua kiri) dan Edy Gunawan Areq Lung (kedua kanan), pemimpin asli Baloi Malaysia Arif (ketiga kiri), pengacara hukum, Abdul Rani Kamarudin (keempat kiri), dalam pembicaraan yang sangat bersahabat, beberapa waktu lalu.
    United nation World Global Village berniat untuk menempatkan proyek Global Village (Indonesian Global Village) yang direncanakan untuk pembangunan berkelanjutan, rendah karbon, ramah lingkungan, dan Proyek penelitian juga pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

    “Selama kunjungan pertama ke Komite Koordinasi Penanaman Modal Nasional Indonesia dan Pemerintah Daerah Kutai Kartanegara pada 24 Februari hingga 1 Maret 2019, kami telah belajar banyak tentang Komite Koordinasi Penanaman Modal Nasional Indonesia, dan pemerintah daerah sangat menyambut dan mendukung investasi PBB Global World Village di Indonesia ini. Tim layanan kerja khusus Komite Koordinasi Penanaman Modal Nasional dan departemen pemerintah pusat lainnya akan bekerja sama sepenuhnya dengan pemerintah daerah untuk melayani investasi dan pengembangan Desa Global dan membangun kota pintar berteknologi tinggi di masa depan,” ujar Lu Jinping.

    Edy Gunawan Areq Lung mengatakan, mereka akan mempelajari dan mengumpulkan informasi tentang tanah pesisir Kaltim sesegera mungkin, dan menghubungi serta mengoordinasikan pemilik tanah di wilayah pantai Kaltim.

    “Jika semua itu sudah beres, baru kami akan bertemu kembali dengan United Nation World Globe Village untuk negosiasi dan penandatanganan perjanjian kedua belah pihak yang akan bekerja sama untuk mempromosikan dan memfasilitasi calon investor untuk memasuki proses investasi formal sesegera mungkin. Selanjutnya kami akan mendampingi investor ke Komite Koordinasi Penanaman Modal Nasional Indonesia dan Bank Indonesia di Jakarta untuk menangani prosedur investasi dalam pendaftaran perusahaan proyek Indonesia, pembukaan dan penyetoran rekening Bank Indonesia,” terangnya.

    Menanggapi dukungan dari Edy Gunawan Areq Lung dan jajarannya, Lu Jinping menyatakan pihaknya akan mematuhi hukum dan peraturan Republik Indonesia dan hukum dan peraturan pemerintah daerah Kaltim dan hukum serta peraturan, kepercayaan agama dan kebiasaan nasional masyarakat setempat.

    “Kami berkomitmen untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan ekologi asli Kaltim, United Nation World Globe Village akan menciptakan rumah percontohan desa global dan modern yang indah dan sangat cerdas di Kaltim. Ini Akan sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat, Indonesia bahkan dunia,” tutup Lu Jinping. (azr/dns)

    Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/355208-penentuan-lokasi-pembangunan-smart-city.html

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad