• Breaking News

    Kenali 3 Risiko Cybersecurity Pada Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

    Ilustrasi Ancaman Security 2019 Menurut Perusahaan Avast
    Apapun eranya, tentu tak lepas dari faktor risiko. Demikian halnya memasuki era revolusi industri 4.0, juga terkait dengan yang namanya risiko, khususnya risiko cybersecurity.

    Edwin Lim selaku Country Manager, Fortinet Indonesia, membeberkan bahwa risiko cybersecurity pada revolusi industri 4.0 terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

    1. Risiko operasional. Eksploitasi seperti ransomware, denial-of-service (DDoS), pencurian data, pembajakan situs, serta pencurian sumber daya dapat secara serius mengganggu operasi bisnis.

    Beberapa gangguan mungkin memang hanya akan mengganggu operasi bisnis secara internal, tetapi berbeda jika yang diserang adalah DDoS atau pembajakan situs yang dapat menyebabkan krisis di mata publik.

    2. Risiko reputasi. Baik pelanggan, investor, atau mitra tentunya akan menghindari melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi buruk dan berkemungkinan membuat mereka celaka.
    3. Risiko investasi. Melakukan investasi pada sisi cybersecurity adalah hal yang sangat baik, tetapi investasi yang berlebihan pada infrastruktur cybersecurity yang tidak berfungsi adalah sebuah kesalahan besar. Ingat, setiap dana yang dikeluarkan haruslah digunakan untuk efesiensi bisnis dan meningkatkan produktivitasnya.

    Melanjutkan risiko nomor 3, tidak semua produk keamanan diciptakan sama. Pengguna harus mengenali betul masalah yang dialami oleh perusahaan. Selain itu juga harus bisa mengintegrasikan dengan baik produk cybersecurity yang baru dengan yang lama. Termasuk mengetahui ancaman seperti apa yang biasa dialami oleh bisnis hingga Sumber Daya Manusia yang dimiliki pada bidang IT. Sebaiknya lakukan komunikasi dengan tim IT sehingga bisa berinvestasi pada infrastruktur cybersecurity yang tepat.

    Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan produk cybersecurity, yaitu struktur bisnis seperti apa yang dimiliki, model bisnis yang dijalankan, serta apa saja yang termasuk dalam operasi bisnis itu sendiri.

    Setelah itu buatlah prioritas pengeluaran. Bagian bisnis mana yang harus terlebih dulu dilindungi. Tentu banyak hal lain yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi komponen cybersecurity seperti apa yang dibutuhkan perusahaan.

    "Strategi keamanan yang efektif dan komprehensif menggunakan solusi yang tepat akan mengarah pada perlindungan efektif yang penting bagi keberhasilan bisnis," pungkas Edwin.

    Sumber : infokomputer

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad