• Breaking News

    Populasi Indonesia Jadi Kekuatan Tumbuhnya Startup Baru

    Sleman, IDN Times - Sumber daya manusia perlu disiapkan agar dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan revolusi industri 4.0 yang kini tengah berlangsung. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) beserta Universitas Gadjah Mada mengadakan pelatihan di acara Regional Digital Talent Scholarship di Grha Sabha Pramana pada Rabu (3/7).

    Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M Ramli mengatakan saat ini ada 171 juta orang yang terhubung dengan internet di Indonesia. Ia pun berharap 642 peserta yang ikut di acara ini dapat menghasilkan startup, toko daring, atau marketplace di negeri sendiri.

    1. Startup terbanyak kelima di dunia

    Ahmad M Ramli menjelaskan bahwa Indonesia berada di peringkat kelima sebagai negara dengan startup terbanyak.

    "Di nomor pertama ada Amerika lalu India, Inggris, dan Kanada. Indonesia ada di angka 2.075," katanya pada Pembukaan Regional Digital Talent Scholarship.

    Ia menerangkan saat ini pihaknya telah menyediakan layanan sinyal 2G, 3G, dan 4G di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan revolusi industri 4.0

    "Kedirjenan tempat saya ini bertanggung jawab terhadap perkembangan layanan sinyal yang baik di seluruh Indonesia. Sinyak 2G untuk SMS dan voice over itu 98,71% di wilayah Indonesia. Ada daerah yang masih blank spot itu biasanya wilayah 3T tapi itu dibangun terus supaya bisa 100%. Kalau 3G itu 93% sedangkan 4G LTE untuk WhatsApp dan internet itu 92.70 persen," ucapnya.

    2. Populasi Indonesia baik untuk startup
    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini ada 171 juta orang yang terhubung dengan internet dan menjadi warganet. Pertumbuhan pengguna internet dari tahun 2017 ke 2018 pun tergolong tinggi sebab mencapai angka 10,12 persen.

    "Ini prospek industri yang baik buat telekomunikasi, toko daring, dan marketplace," ujarnya.

    Ahmad M Ramli menjelaskan segala yang berbau daring itu bersifat lintas batas atau cross border sehingga rentan membuat warga Indonesia jadi konsumen produk negara lain.

    "Makanya Digital Talent Scholarship mendorong startup lahir di negara sendiri. Supaya kita bikin startup, toko daring, juga marketplace agar dapat memasarkan produk dalam negeri," katanya.

    3. Kunci membangun startup
    Buat mendirikan startup, Ahmad M Ramli menerangkan bahwa aspek waktu paling penting di antara lainnya.

    "Ternyata kesuksesan membangun startup itu funding hanya 14%. Lalu bisnis model 24%, ide 28%, tim 32%, dan timing 42%. Jadi kalau anda mau membangun startup, timing itu paling penting. Sehebat apapun dana dan timnya kalau timing lewat tidak akan bisa apa-apa. Timing yang baik harus ditangkap," jelasnya.


    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad