• Breaking News

    APTIKNAS Mendukung Event APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019 di Bali

    Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi sekaligus selaku Ketua Umum APKASI saat memberikan kata sambutan dan Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI saat memberikan pengarahaan dan paparannya.

    Para bupati, sekretaris daerah dan kepala dinas terkait dari seluruh Indonesia menyaksikan peresmian acara pembukaan kegiatan “APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019” yang dilakukan oleh Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
    Kepercayaan anggota mulai tumbuh seiring dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing DPD. Tercatat oleh DPP APTIKNAS di sepanjang 2017, memiliki 19 kegiatan, tahun 2018 memiliki 24 kegiatan, dan terus berkembang sehingga di tahun 2019 memiliki 46 kegiatan yang telah dan akan digelar, dengan 17 pameran skala nasional dan internasional yang menjalin kerjasama dengan EO lokal maupun internasional, 27 rangkaian Roadshow seminar Smart 4.0 yang digelar dibeberapa kota, termasuk melakukan kerjasama penyelenggaran 2 rangkaian event GV Esprots Vaganza di Hartono Mall Yogyakarta dan di Bekasi Cyber Park.

    Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketum APTIKNAS dan hingga saat ini masih menjabat sebagai Ketum APKOMINDO mengatakan, “Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota, membina, mengedukasi dan mengembangkan bisnis anggota APTIKNAS serta mendukung program pemerintah dengan melibatkan para anggota APTIKNAS, termasuk melakukan dukungan serta kerjasama dengan kegiatan Event APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) dengan tema “APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019” yang diselenggarakan di Bali, pada tanggal 21 hingga 23 Agustus 2019, kegiatan tersebut bertepatan dengan diselenggarakannya Rapat Kerja Nasional APKASI 2019, sehingga dihadiri oleh bupati, sekretaris daerah, dan kepala dinas terkait dari seluruh Indonesia. Bahkan acara pembukaannya dilakukan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Eko Putro Sandjojo, Selain dari itu dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali, Bapak Tjokorda Oka Artha
    Ardhana Sukawati, serta tentu saja dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Bapak Abdullah Azwar Anas sekaligus selaku Ketua Umum APKASI.” ungkap Hoky.


    Abdullah Azwar Anas didampingi Soegiharto Santoso menuju acara kegiatan “APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019” dan dilanjutan paparan oleh Soegiharto Santoso dengan tema; “APTIKNAS Mendukung Infrastruktur & Aplikasi Digital Untuk Meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah.”
    Lebih lanjut diungkapkan oleh Hoky, “saya berterima kasih kepada Bapak Abdullah Azwar Anas dan kepada seluruh jajaran pengurus APKASI yang telah berkenan menjalin kerjasama dalam kegiatan ini, serta sangat berterima kasih kepada pihak EO PT Garindo Media Tama (GMT) yang dipimpin oleh Bapak Dian Eka Yanto beserta timnya, sehingga penyelenggaraan event ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses, bahwa patut kita acungkan dua jempol untuk pihak EO, sebab meskipun event tersebut baru pertama kalinya diselenggarakan, namun faktanya ramai dikunjungi oleh para anggota APKASI dari seluruh Indonesia dan tentu saja sangat mengejutkan para peserta pameran yang sebagain besar merupakan anggota APTIKNAS, sehingga para peserta optimis akan hasil yang baik dari kegiatan tersebut, saya juga memberikan bahan paparan saya kepada pihak panitia untuk dapat di download bagi yang membutuhkannya.” papar Hoky (klik download bahan paparan) .

    Sementara Dian Eka Yanto menyampaikan, “Pameran APKASI Smart Regency 2019 didukung oleh KEMEN KOMINFO, APTIKNAS dan APJII, serta diikuti oleh kementerian terkait serta perusahaan BUMN dan perusahaan swasta yang bergerak di bidang teknologi informasi berskala nasional maupun internasional, kegiatan tersebut sejalan dengan kebutuhan APKASI yang memiliki kepentingan untuk mengembangkan daerah di Indonesia menuju ke arah yang lebih baik, mengumpulkan dan mempertemukan pimpinan daerah (kabupaten) dengan pelaku bisnis baik dari swasta dan akademisi, untuk memperoleh ide dan solusi yang inovatif.” ujar Eka.

    Foto bersama beberapa pembicara antara lain; Bambang Dwi Anggono, Jamalul Izza, Edison Sipahutar, Walter Lee, Ahmad Gamal, Alfred Wijaya, Soegiharto Santoso dan Arief Latu Suseno beserta moderator Dewa Ayu Windu Sari Devi.
    Eka menambahkan, “Selain itu, memberi kesempatan untuk berinspirasi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, berinovasi, memperluas jaringan dan bisnis secara langsung dengan kepala daerah untuk menentukan serta mengusulkan solusi untuk perencanaan, penerapan, dan pembuatan kebijakan smart city dengan mempertimbangkan kemajuan teknologi dan inovasi terbaru, dengan memperkenalkan produk dan sistem yang dapat digunakan oleh pemerintah kabupaten untuk mengembangkan smart city di daerahnya masing-masing guna mempercepat akselerasi tercapainya masa depan yang lebih baik dan merata di seluruh Indonesia.” tuturnya.
    Dalam sesi seminar dan workshop, peserta dapat langsung mempresentasikan produk dan sistem yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan smart city di daerah secara lebih mendalam dan para kepala daerah bisa secara langsung berinteraksi dengan para narasumber serta yang menariknya dapat pula langsung melihat produk-produk dan solusi-solusi yang dipamerkan diajang tersebut.
    Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.
    Untuk Forum Apkasi Smart Regency 2019 digelar dalam format diskusi panel, dengan menghadirkan pembicara dari pemerintah pusat dan daerah, para pakar tata kota dan teknologi, serta pelaku bisnis dalam kaitannya dengan pengembangan smart city.

    Tercatat beberapa pembicara kegiatan tersebut antara lain; Prof.Dr.Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng Guru Besar ITB, Abdullah Azwar Anas Ketua Umum Apkasi sekaligus Bupati Banyuwangi, I Ketut Suiasa Wakil Bupati Badung, Edison Sipahutar Executive Vice President Pemasaran & Pelayanan Pelanggan PT PLN Persero, Bambang Dwi Anggono Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Jamalul Izza Ketua Umum APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Walter Lee Government Relation Leader PT NEC Indonesia, Arief Latu Suseno Senior Manager PT Aplikanusa Lintasarta, Ismail Deu Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Persero, Alfred Wijaya Solution Consultant & Alliance Manager PT Dimension Data Indonesia (NTT Group), Ahmad Gamal Ph.D, MUP, MSi, SArs Smart City Universitas Indonesia dan Soegiharto Santoso Ketua Umum APTIKNAS.
    Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.
    Tema yang didiskusikan berkaitan dengan menjadikan tata kelola pemerintah daerah lebih efektif dan efisien, transparan, inklusif, responsif, partisipatif, dan dapat dipertanggungjawabkan, lalu pemanfaatan informasi dan teknologi, data, sistem berbasis cloud, AI (Artificial Intelligence), dan IoT (Internet of Things) dalam membentuk sistem untuk masyarakat dan membangun pemahaman masyarakat dalam transformasi digital, termasuk bagaimana menuju kehidupan yang lebih baik untuk semua kalangan masyarakat, ekonomi, lingkungan, kesehatan, transportasi, perumahan, ruang publik, dan transparansi dengan membangun pola pikir dan partisipasi masyarakat dengan meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan Pendidikan.

    Abdullah Azwar Anas mengatakan; “Jika dahulu yang mendaftarkan menjadi calon kepala Desa hanya ada 1 sampai dengan 2 orang saja, akan tetapi saat ini yang mencalonkan diri menjadi Kepala Desa ada berkisar 6 hingga 14 orang calon Kepala Desa, ini merupakan indikasi keberhasilan pihak Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan terhadap desa-desa untuk pembanguan desanya dimana pada tahun 2018 kebijakan dana desa sebesar 60 T dengan penyerapan sebesar 99,03% dan pada tahun 2019 kebijakan dana desa ditingkatkan menjadi 70 T, tentu diharapkan pembangunan desa akan semakin pesat .” ungkap Anas.
    Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.
    Anas melanjutkan, “Puskesmas-puskesmas dibeberapa kabupaten, termasuk di kabupaten Banyumas telah merubah paradigmanya bukan hanya untuk Mall orang sakit, sebagian telah berubah menjadi Mall orang sehat, sehingga penghargaan yang kami berikan bukan hanya puskesmas yang menerima banyaknya pasien, tetapi dibeberapa kabupaten telah memberikan penghargaan bagi puskesmas yang tingkat konsultasinya lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang datang berobat, karena apabila hal ini tidak dilakukan, berapapun besarnya APBN yang disiapkan oleh pemerintah untuk menyuntik dana BPJS, tidak akan cukup.” ujarnya.

    Terkait dengan SDM, “Para bupati sepakat, bahwa di luar berbagai dinamika pembangunan terkait persoalan ekonomi yang tidak kalah penting adalah menciptakan SDM berkarakter Pancasila, toleran, dan menjaga serta menghargai kebhinekaan di tengah ancaman radikalisme saat ini, sehingga kedepan kita punya SDM unggul yang tidak hanya jago teknologi, jago sains, jago sastra, jago matematika, akan tapi bisa tetap toleran, bisa menghargai perbedaan dan bisa merayakan keragaman Indonesia,” ungkapnya.
    Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.
    Anas juga mengungkapkan, “Dalam Rakernas juga dibahas terkait dengan haluan sebab banyak program dari Bupati-bupati hebat, tetapi begitu Bupatinya diganti, hanya karena ganti partai politik pendukungnya, maka programnya diputus begitu saja, maka ide menggagas haluan negara, menjadi menarik bagi para Bupati, sebab bukan hanya di tingkat nasional pentingnya haluan negara untuk menjaga konsistensi pembangunan, akan tetapi termasuk di daerah, oleh karenanya masukan-masukan, ide-ide serta gagasannya sekaligus sharing pentingnya haluan negara terutama kaitannya dengan sustainabilitas yang dirancang oleh para Bupati didaerah-daerah yang sudah berjalan dengan baik, agar program-program hebat yang dirancang kedepan akan terus berlanjut sesuai dengan yang telah dirancang.” papar bupati Banyuwangi tersebut dengan penuh semangat. (Hoky)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad