• Breaking News

    Pemkot Parepare Akan Menerapkan Prinsip Smart City

    Patung Habibie-Ainun yang merupakan Ikon Kota Parepare. Kota ini akan menerapkan prinsip smart city. Foto: Istimewa
    PAREPARE - Pemerintah Kota Parepare bersama para stakeholder, siap berkomitmen mengikuti proses RKCI atau Rencana Kota Cerdas Indonesia.

    Hal ini terungkap dalam rapat yang melibatkan beberapa SKPD terkait di Bappeda Parepare.

    Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda Parepare Zulkarnaen mengatakan, jadwal RKCI untuk bulan ini dan bulan depan adalah pelaksanaan evaluasi mandiri.

    Itu terkait dengan kesiapan Pemerintah Kota Parepare dalam melaksanakan atau menerapkan prinsip-prinsip Kota Cerdas (Smart City).

    Zulkarnaen menjelaskan, RKCI merupakan kegiatan yang mengukur 93 kota (kecuali kota administratif Jakarta) di Indonesia, dengan klasifikasi kota besar yaitu kota dengan penduduk di atas 1 juta jiwa sebanyak 14 kota; kota sedang yaitu kota dengan penduduk diantara 200 ribu hingga 1 juta jiwa sebanyak 43 kota, dan kota kecil yaitu kota dengan penduduk di bawah 200 ribu jiwa sebanyak 36 kota termasuk Parepare.

    "Jadi penganugerahan RKCI adalah pemberian penghargaan berdasarkan indeks Rating Kota Cerdas Indonesia kepada kota-kota yang sesuai dengan hasil pelaksanaan kajian dengan metode pengukuran pada elemen smart economy, smart society, and smart environment," terang Zulkarnaen.

    Tujuan kegiatan ini, kata Zulkarnaen, adalah untuk mengetahui progres pengembangan kota di Indonesia, terkait dengan peningkatan kualitas hidup kota melalui upaya solusi-solusi yang cerdas.

    Pemetaan dilakukan dengan menilai proses pengelolaan kota dari sisi dengan memperhatikan indikator antara lainn utilisasi sumber daya manusia, manajemen pemerintahan, integrasi dan keberlanjutan program/kegiatan, e-government termasuk e-planning and e-budgeting.

    Selain itu, strategi dan rencana peningkatan kualitas dari sisi pelayanan publik, strategi peningkatan indeks kualitas hidup dan indeks lainnya, persepsi masyarakat dan penilaian terhadap inovasi kota.

    "Indikator tersebut menjadi sebuah target untuk dicapai dengan suatu cara cara yang cerdas. Tentunya kalau ada target, pastinya ada baseline atau kondisi aktual atau problem. Di mana selisih antara target dan baseline akan melahirkan inisiatif-inisiatif program," papar Zulkarnaen.

    Hasil dari rapat di Bappeda ini, akan dirapatkan kembali setelah para SKPD teknis menyiapkan segala sesuatunya.


    Sumber : https://makassar.sindonews.com

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad