• Breaking News

    BAKTI ajak startup e-commerce dan UMKM digital gali potensi daerah 3T


    Elshinta.com - Badan Aksesibililitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka kesempatan sinergitas bersama startup e-commerce & UMKM digital untuk mengembangkan potensi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
    Selama ini, BAKTI melaksanakan Program Universal Service Obligation (USO) memfokuskan pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, melalui penyediaan akses internet, BTS, serta menyatukan Indonesia dengan backbone Palapa Ring. Seiring dengan meratanya infrastruktur telekomunikasi dan informasi, maka BAKTI perlu mengembangkan ekosistem digital sebagai bentuk optimalisasi infrastrukturnya. 
    Dalam siaran persnya, Selasa (03/09), disebutkan bahwa salah satu faktor penyebab pertumbuhan ekosistem ekonomi digital yang semakin meningkat saat ini adalah semakin meratanya akses internet. Jumlah pengguna internet di Indonesia bertumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir.  
    Menurut data APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), lebih dari separuh penduduk Indonesia merupakan pengguna internet, yaitu mencapai 156 juta orang atau setara 56% di tahun 2018 lalu. Sejalan dengan percepatan digitalisasi, industri digital juga tumbuh dengan pesat.
    Geliat industri digital ini dibuktikan dengan telah tumbuhnya 552 startup dan UMKM digital di Indonesia sampai dengan tahun 2018 (data Mapping & Database Startup Indonesia 2018 yang dikeluarkan oleh MIKTI dan Bekraf).
    Indonesia memiliki potensi besar dalam industri digital. Pemerintah Indonesia menunjukkan keseriusannya untuk mendorong industri digital melalui visi Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia.
    Tumbuhnya startup digital menghasilkan “multiplier effect” pada banyak usaha UMKM. Ini sebuah hal positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, di mana startup memberikan manfaat bukan hanya kepada konsumen tetapi juga bagi kreator dan penjual. 
    Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mendorong percepatan pertumbuhan ekosistem ekonomi digital dengan program 1000 startup, UMKM Go Digital, Petani & Nelayan Go Online, dan lain-lain.
    Terkait pengembangan potensi di daerah 3T, BAKTI memperkenalkan branding Daya Maya. Melalui Daya Maya, BAKTI mengajak para pelaku startup e-commerce dan UMKM digital untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi serta membuat solusi tepat guna bagi masyarakat di daerah 3T.
    Sektor yang menjadi fokus adalah kesehatan, pendidikan, agribisnis (pertanian, kelautan), pariwisata, fintech, logistik, dan e-commerce.
    Sumber : Elshinta.com

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad