• Breaking News

    Akhyar Pelajari Aplikasi di Living Lab Smart City Nusantara PT Telkom Indonesia

    Akhyar Pelajari Aplikasi di Living Lab Smart City Nusantara PT Telkom Indonesia
    Ir H Akhyar Nasution MSi pelajari beragam aplikasi di Living Lab Smart City Nusantara PT Telkom Indonesia di Jakarta

    MUDANEWS.COM, Medan – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi pelajari beragam aplikasi di Living Lab Smart City Nusantara PT Telkom Indonesia di Jakarta. Beragam aplikasi untuk pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, pendidikan, infrastruktur, absensi, perizinan dan lainnya tersedia dan bisa diterapkan oleh pemerintah.
    Untuk memperdalam beragam fungsi aplikasi yang disediakan oleh PT Telkom Indonesia, Plt Walikota Medan mendapatkan penjelasan dari Manager Smart City Experience PT Telkom Indonesia, Harun Triyantoro di Gedung Living Lab Smart City Nusantara di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta, Kamis (5/3).
    Harun menyampaikan, aplikasi yang tersedia khusus untuk pemerintahan disebut live government, di dalamnya ada industri, peta wilayah, pelayanan kesehatan, pendidikan, perizinan dan lainnya.
    Untuk melaksanakan aplikasi ini, sebutnya ada tiga hal yang perlu dimiliki yakni adanya inisiatif dari pelaksana pemerintahan, kemudian ada leadership yang ingin menerapkannya serta ada culture yakni budaya menerapkan digitalisasi.
    “Dengan adanya tiga hal untuk penerapannya, maka dengan itu semua bisa terlaksana,” katanya.
    Setelah mendengar beragam penjelasan aplikasi, Akhyar tertarik menerapkan paperles di Pemko Medan. Hal ini perlu diterapkan karena, dalam satu pertanggungjawaban anggaran saja, kertasnya sangat banyak yang dibutuhkan. Sehingga, jika dikalkulasikan secara keseluruhan penganggaran kertas bisa sangat besar.
    “Ini perlu dikaji ulang nantinya, apakah dengan aplikasi ini bisa langsung diterapkan, sehingga tak semua pelaporan harus pakai kertas. Termasuk disposisi surat menyurat. Kami di Pemko Medan akan mengkaji lebih dalam lagi, bagaimana pola penerapannya, mengkaji dari sisi aturan-aturannya seperti apa serta kemampuan anggarannya jika nanti diterapkan seluruh aplikasi,” ujarnya didampingi Asisten Administrasi Umum Rendward Parapat, Asisten Tata Pemerintahan Musaddad, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Zein Noval dan Kabag Humas Arrahman Pane serta Acount Manager PT Telkom di Medan Robert.
    Akhyar juga tertarik dengan melihat aplikasi mengenai analitik kedatangan wisatawan. Dari aplikasi ini bisa diketahui dari mana saja wisatawan yang datang, usianya berapa, profesinya apa hingga berapa banyak waktu dia menghabiskan waktu berwisata. Hal ini sangat baik diterapkan. Bila mau berpromosi wisata, maka bisa dilihat daerah mana yang masih minim datang ke Medan.
    “Aplikasi-aplikasi yang kita terima ini, semuanya menjadi oleh-oleh buat Pemko Medan. Semoga kami bisa segera menerapkan jika kita secara aturan sudah ada ataupun secara anggaran mampu,” sebutnya.
    Diakhir pertemuan, Akhyar menyampaikan, Living Lab Smart City ini merupakan gudangnya oleh-oleh aplikasi. Semoga oleh-oleh ini bisa menjadi benar-benar dinikmati seluruh warga kota Medan.





    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad