5 Klaim Jokowi hingga Erick Thohir Soal Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME

 

Presiden Joko Widodo melihat tabung gas DME hasil gasifikasi batu bara sebelum acara peresmian groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan pada Senin, 24 Januari 2022. Dok. BPMI Setpres/Agus Suparto

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) atau gasifikasi batu bara. Pada kesempatan itu Jokowi dan menteri yang terlibat dalam proyek melontarkan beberapa klaim mengenai manfaat dari proyek.

Berikut lima klaim pemerintah, yaitu:

1. Hasilkan Puluhan Ribu Lapangan Kerja
Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengklaim proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Sumatera Selatan menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja.

"Pekerjaan ini akan menghasilkan lapangan pekerjaan 12-13 ribu dari konstruksi yang dilakukan oleh Air Products. Kemudian sekitar 11-12 ribu dilakukan di hilir oleh Pertamina. Ditambah lagi begitu existing berproduksi, lapangan pekerjaan disiapkan yang tetap 3 ribu. Itu yang langsung," kata Bahlil saat groundbreaking proyek itu yang disiarkan secara virtual Senin, 24 Januari 2022.

Sedangkan dampak dari efek bergulir atau lapangan kerja yang terbuka secara tidak langsung proyek itu, bisa lebih dari tiga kali lipat dari jumlah yang disebutkan itu.

2. 95 Persen Pekerja dari Indonesia
Bahlil Lahadalia mengklaim 95 persen pekerja pada proyek hilirsasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Sumatera Selatan dari Indonesia. Proyek ini digarap PT Bukit Asam bersama dengan PT Pertamina dan Air Products & Chemicals Inc. (APCI). 

"Bahwa ini lapangan pekerjaannya semua dari Indonesia. Jadi Air Products sudah saya panggil, tenaga kerjanya 95 persen dari Indonesia, yang 5 persen itu hanya masa konstruksi," kata Bahlil saat groundbreaking proyek itu yang disiarkan secara virtual Senin, 24 Januari 2022.

Sedangkan pada masa produksinya, proyek itu akan melibatkan PTBA dan Pertamina.

3. Bisa Kurangi Beban Subsidi APBN Rp 7 T
Jokowi memperkirakan jika sudah berproduksi, proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl eter (DME) bisa menghemat pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga Rp 7 triliun per tahun.

"Kalau ini dilakukan yang ini saja di Bukit Asam yang bekerja sama dengan Pertamina dan Air Products sudah bisa berproduksi, bisa mengurangi subsidi dari APBN Rp 7 triliun kurang lebih," kata Jokowi.

4. Datangkan Investasi Asing Rp 30 T
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan proyek strategis nasional (PSN) selama 20 tahun mendatangkan investasi asing dari APCI sebesar US$ 2,1 miliar atau setara Rp 30 triliun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, Erick menilai, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG 1 juta ton per tahun.

Tak hanya dari investasi, Erick menilai PSN gasifikasi baru bara juga memberikan multiplier effect berupa menarik investasi asing lainnya, memberdayakan industri nasional melalui penggunaan porsi TKDN, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

5. Hemat Cadangan Devisa Rp 9,7 T per Tahun
Menurut Erick, kerja sama gasifikasi batu bara mampu memberikan penghematan cadangan devisa hingga Rp 9,7 triliun per tahun dan menyerap 10 ribu tenaga kerja.

Dia juga mengatakan gasifikasi batu bara memberikan nilai tambah langsung pada perekonomian nasional secara makro, karena sejalan dengan arahan presiden untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor, juga transformasi ke ekonomi hijau serta energi baru dan terbarukan.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/read/1553503/5-klaim-jokowi-hingga-erick-thohir-soal-proyek-hilirisasi-batu-bara-jadi-dme?page_num=1 

Posting Komentar

0 Komentar