Tantangan Penerapan Smart City di Indonesia

 

Gibran dan Kakorlantas Polri Pantau Smart City di Solo. ©2022 Merdeka.com/Korlantas Polri

 - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Firman Santyabudi meninjau perkembangan program Smart City di Traffic Management Center (TMC) Polres Kota Solo.

Smart city Solo ini terintegrasi dengan pelayanan publik dan empat moda transportasi di Solo. Pelayanan publik termasuk permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat. Juga terkoneksi dengan pelayanan Pemda.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengatakan, smart city management ini memanfaatkan Artificial Intelligent (AI), Internet of Things (IoT) dan IT Network.

"Kita ingin menunjukkan bahwa IT merupakan suatu keniscayaan dan keharusan, untuk membangun dan mencapai tujuan dari road safety agar lalu lintas aman, selamat, tertib, lancar. Dengan hal tersebut, harapannya kita dapat meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, terbangun budaya tertib lalu lintas," jelas dia di Solo, Kamis (13/1).

Menurut Brigjen Chryshnanda, smart city adalah sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota. Smart city juga merupakan upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan serta meningkatkan kualitas hidup manusia.

"Ini adalah sebuah konsep kota cerdas untuk membantu masyarakat dengan mengelola sumber daya dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga. Intinya, smart city bertujuan untuk mengintegrasikan informasi pelayanan yang efisien," tutur Chryshnanda.

Brigjen Chryshnanda menegaskan, penerapan smart city di Indonesia tidak serta merta terbebas dari tantangan, salah satunya adalah terkait dengan infrastruktur jaringan. Ada sekitar 12 ribu desa yang layanan internetnya masih belum memadai. Bahkan ada desa yang sama sekali belum tersentuh layanan Internet.

"Dan tantangan lainnya yaitu integrasi data. Kesinambungan data ini akan menjadi hal penting dalam penerapan smart city, bahkan menuntut data yang aktual. Integrasi data akan menjadi salah satu tantangan tersendiri karena beragam informasi dari data tersebut akan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," pungkas dia.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/tantangan-penerapan-smart-city-di-indonesia.html

Posting Komentar

0 Komentar