Mushtech, Solusi IoT untuk Tingkatkan Hasil Panen Petani Jamur

 

Tekologi berbasis internet of things (IoT) dapat diterapkan untuk mendigitalisasi berbagai sektor salah satunya pertanian. Melalui implementasinya kosen Pertanian Presisi (Precision Agriculture) teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen pertanian.

Melalui solusi dengan nama Mushtech, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memanfaatkannya untuk mendigitalisasi bisnis kecil menengah yang dikembangkan oleh masyarakat. Sesuai namanya, solusi ini dibangun untuk membantu para petani pembudidaya jamur tiram di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

"Ide yang mendasari pembangunan IoT ini datang dari program inkubasi Akademi Madrasah Digital (AMD) yang diprakarsai XL Axiata dan Kementerian Agama RI," ujar Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dalam keterangan tertulis Selasa (20/9).

Dia memaparkan, Mushtech dikembangkan dengan tujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen jamur tiram. Selama ini tantangan yang dihadapi petani jamur adalah mengelola dan memantau kumbung jamur.

"Pada kumbung jamur tradisional, pemantauan kondisi lingkungan di dalam kumbung dan penyiraman biasanya dilakukan secara manual baik melalui metode pengamatan secara langsung maupun berdasarkan kebiasaan pola pemeliharaan yang dilakukan oleh petani," ungkap Gede.

Mushtech merupakan solusi yang hadir dengan latar belakang masalah yang dihadapi petani atau pembudidaya jamur tiram dalam mengelola dan memantau kumbung jamur. Dengan solusi digital ini, kondisi lingkungan kumbung bisa dijaga seperti kondisi suhu dan kelembaban udara dalam kondisi yang optimal untuk proses penumbuh kembangan jamur tiram.

Dengan kemampuan yang dimiliki Mushtech, petani tidak perlu lagi melakukan pengkondisian lingkungan di dalam kumbung jamur secara manual. Di dalam kumbung ditempatkan berbagai jenis sensor dan aktuator yang dapat menjaga kondisi lingkungan, seperti kelembaban, suhu udara dan intensitas cahaya yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram.

Proyek pengembangan solusi Mushtech ini pun secara langsung melibatkan Madrasah Aliyah Negeri 2 Majalengka, peserta AMD asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang mencetuskan ide pertama kali. Dalam proses pengembangan selanjutnya, para siswa itu secara langsung mengumpulkan problem statement dari pembudidaya jamur tiram.

"Data dan informasi yang mereka dapatkan menjadi rujukan dalam proses inkubasi di X-Camp, mulai dari prototyping produk hingga menjadi solusi yang bisa diterapkan oleh para petani hingga industri terkait," lanjutnya.

Secara umum Mushtech dapat digolongkan sebagai teknologi yang mendukung Precision Agriculture, sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya tani yang memerlukan akurasi kondisi lingkungan. Desain dari Mushtech secara khusus ditujukan untuk petani jamur tiram yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil usahanya melalui bantuan teknologi khususnya dengan menggunakan teknologi IoT," lanjut Gede.

Dari sisi teknikal, Mushtech terdiri dari berbagai komponen seperti hardware, firmware, IoT platform dan software. Bagian hardware ini berfungsi untuk mendapatkan data-data sensor atau untuk menjalankan aktuator tertentu, seperti mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan air melalui nozzle. Sensor yang digunakan untuk solusi Mustech ini terdiri dari sensor temperatur, sensor kelembaban serta sensor intensitas cahaya.

Data dari sensor kemudian dikirimkan melalui jaringan seluler 4G ke platform IoT milik XL Axiata yang dikenal dengan FlexIoT. Selain berfungsi untuk menyimpan data-data sensor dalam sebuah basis data, FlexIoT juga berfungsi sebagai penyedia protokol IoT hingga menyediakan fitur keamanan jaringan serta manajemen perangkat.

Data yang berasal dari sensor tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang dapat ditampilkan pada user interface berupa dashboard. Dashboard berfungsi menampilkan berbagai informasi yang diolah berdasarkan data-data dari sensor.

Lebih jauh, di dalam dashboard yang dapat berbentuk website atau aplikasi mobile ini nantinya disertakan juga fungsi-fungsi yang digunakan untuk mengontrol aktuator. Data atau informasi yang dihasilkan ini nantinya dapat diolah lebih lanjut untuk kebutuhan analisa, tren dan pengamatan pola yang dapat digunakan oleh para petani untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien.

Butuh Talenta

Direktur KSKK Madrasah, Prof. Dr. Moh. Isom, M.Ag menjelaskan, Indonesia membutuhkan talenta-talenta muda madrasah yang mampu mewujudkan transformasi digital di tengah-tengah pusaran bisnis Internet of Things dan Industri 4.0. Keberhasilan menciptakan karya inovasi solusi digital ini sebagai wujud kemandirian dalam berprestasi bagi anak-anak madrasah.

"Kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan khususnya madrasah menjadi segitiga emas pendidikan yang berkesinambungan. Apa yang dilakukan Direktorat KSKK Madrasah bersama XL Axiata merupakan upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menginvestasikan sumber daya manusia unggul bidang sains, teknologi dan solusi digital bagi masa depan bangsa ini melalui Program Akademi Madrasah Digital", tambahnya.

Saat ini, Mushtech sudah digunakan oleh petani jamur di Majalengka, Jawa Barat. Selama kurang lebih 3 bulan, hasil dari penerapan teknologi IoT ini mendapat apresiasi positif dari para petani yang menggunakan.

Selain bertani jamur, para petani dapat melakukan aktivitas yang lain. Melalui solusi ini, petani tersebut juga dapat memantau situasi kumbung jamur dari tempatnya bekerja serta memastikan suhu dan kelembaban kumbung jamur terjaga melalui handphone yang mereka miliki.





Ikuti Industrial Forum "Penerapan METAVERSE dalam pengembangan SMART CITY"

Dalam rangkaian Indonesia Internasional Smart City Expo and Forum (IISMEX) akan dibahas tema menarik mengenai METAVERSE. Bagaimana penerapannya di kota / kabupaten anda ?

Segera pastikan kehadiran anda di Kamis 6 Oktober 2022, jam 13-16 WIB, di Conference Room Hall A, Jakarta Convention Center. 


Daftarkan diri anda segera di www.iismex.com

Sumber     : https://koran-jakarta.com/mushtech-solusi-iot-untuk-tingkatkan-hasil-panen-petani-jamur?page=all

Posting Komentar

0 Komentar