Pengertian dari Revolusi Industri dan Sejarahnya

Sederhananya, pengertian dari revolusi industri adalah perubahan besar-besaran yang terjadi di berbagai bidang. Istilah revolusi industri diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19.
Perubahan itu terjadi dalam beberapa periode, mulai dari Revolusi Industri 1.0 sampai era Industri 4.0 yang sedang dihadapi dunia saat ini. Agar semakin mengenal Revolusi Industri, simak sejarahnya dalam uraian di bawah ini.

Sejarah Revolusi Industri

Ilustrasi revolusi industri. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi revolusi industri. Foto: Unsplash
Merangkum buku Pengembangan Revolusi Industri 4.0 dalam Berbagai Bidang karya Nurdianita Fonna, fase pertama revolusi industri (Revolusi Industri 1.0) dimulai dengan kemunculan tenaga mesin yang menjadi alat produksi di pabrik untuk menggantikan tenaga manusia.
Hal ini mengubah sistem perekonomian manusia yang tadinya bergantung pada ekonomi agraris menjadi ekonomi berbasis mesin. Perubahan ini pertama kali terjadi di Inggris.
Revolusi industri 2.0 dimulai pada awal abad ke-20 ketika Nikola Tesla menemukan listrik dan Thomas Alva Edison menemukan bola pijar. Berkat dua penemuan ini, dunia menjadi lebih “hidup” dan “terang”.
Inovasi yang terjadi di era ini merupakan kelanjutan revolusi industri 1.0. Beberapa contohnya, yaitu pengembangan sumber daya energi seperti minyak bumi dan batu bara, hingga penemuan arus listrik AC dan DC yang berfungsi dalam pembuatan motor listrik.
Ilustrasi revolusi industri. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi revolusi industri. Foto: Unsplash
Di akhir abad ke-20, muncul revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan hadirnya internet serta teknologi digital. Misalnya sistem otomatisasi berbasis komputer dan robot.
Peralatan industri sudah tidak dikendalikan oleh manusia, namun diatur oleh komputer atau yang disebut komputerisasi. Di periode ini muncul inovasi pengembangan perangkat lunak untuk memanfaatkan perangkat keras elektronik.
Banyak penemuan dan pembuatan perangkat elektronik yang bertujuan mengotomatisasi operasional mesin, guna menggantikan operator produksi.
Setelah itu, revolusi industri terus berlanjut hingga kini memasuki fase keempat. Revolusi industri 4.0 pertama kali digemakan lewat Hannover Fair pada April 2011.
Istilah itu digunakan pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri dengan bantuan teknologi. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan cara yang lebih efisien dalam memproduksi barang secara masal.

Sekilas Tentang Revolusi Industri 4.0

Ilustrasi Revolusi industri 4.0. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Revolusi industri 4.0. Foto: Unsplash
Mengutip jurnal Revolusi Industri 4.0: Peran Teknologi dalam Eksistensi Penguasaan Bisnis dan Implementasinya oleh Nabillah Purba dkk., revolusi industri 4.0 adalah era industri digital di mana seluruh aspek yang ada di dalamnya saling berkolaborasi secara realtime dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Pemanfaatan teknologi informasi berupa internet, IoT (Internet of Things), CPS (Cyber-Physical System), dan IoS (Internet of Services) bertujuan untuk menghasilkan berbagai inovasi baru yang lebih efektif dan efisien.
Munculnya Revolusi Industri 4.0 membuat semua hal menjadi lebih mudah dijangkau. Sebut saja kehadiran ojek online yang memudahkan masyarakat menjalani aktivitasnya.
Dengan berbagai fitur yang ada, masyarakat hanya perlu menggunakan smartphone-nya untuk bepergian, memesan makanan, mengirim barang, hingga belanja bulanan.

Posting Komentar

0 Komentar