Salam transformasi,
Sejak saya memulai perjalanan di industri TI pada tahun 1993, saya telah melewati berbagai krisis—dari krisis moneter '98 hingga pandemi kemarin. Jika hari ini Anda merasa proyek TI terasa lebih "sepi" atau sulit ditembus, izinkan saya berbagi perspektif .
Pasar TI Indonesia di awal 2026 tidak sedang mengecil. Yang terjadi adalah perubahan anatomi proyek. Jika kita masih menggunakan umpan yang sama seperti 10 tahun lalu, jangan heran jika ikan tidak lagi mendekat.
Mengapa proyek tradisional terasa sepi, dan ke mana arah alirannya sekarang?
1. Era "Belanja Besar" Berganti Menjadi "Optimasi Cerdas"
Pasca-pandemi, banyak perusahaan melakukan audit besar-besaran. Mereka tidak lagi bertanya, "Teknologi apa yang harus kita beli?" tapi "Bagaimana cara mengoptimalkan apa yang sudah kita punya?"
Peluang: Di sinilah peran seperti Monitoring menjadi relevan. Proyek yang laku saat ini bukan lagi pengadaan unit baru, tapi solusi observability yang bisa memangkas biaya operasional (OPEX).
2. Migrasi ke Opex (Cloud & Subscription)
Dengan semakin matangnya ekosistem AWS dan cloud lainnya di Indonesia, anggaran Capex (pengadaan barang) yang dulu menjadi "lahan basah" kini bergeser menjadi anggaran bulanan. Proyek tidak lagi terlihat "wah" di depan, tapi berkelanjutan di belakang.
Strategi: Kita harus beradaptasi dari sekadar pedagang menjadi Service Provider.
3. Ketakutan akan Cybersecurity Melampaui Kebutuhan Fitur
Banyak anggaran proyek aplikasi tertahan karena dialihkan untuk memperkuat benteng keamanan siber. Insiden kebocoran data membuat perusahaan sangat berhati-hati. Proyek infrastruktur fisik pun kini harus selalu dibarengi dengan narasi keamanan.
4. Kelangkaan Talenta Sebagai "Rem" Proyek
Banyak proyek tertahan di laci meja bukan karena tidak ada uang, tapi karena perusahaan kesulitan menemukan SDM yang bisa menjalankannya. Melalui EventCerdas dan 521 Talenta Mandiri, saya melihat bahwa edukasi adalah "pintu masuk" proyek yang paling efektif saat ini. Edukasi dulu, jual kemudian.
Pesan Digital Transformation Captain : Saatnya "Pivot" Strategis
Rekan-rekan praktisi TI, jika pintu pengadaan sedang tertutup, jangan mendobraknya. Cari jendela yang sedang terbuka lebar:
1. Jendela Efisiensi: Tawarkan monitoring energi dan karbon (seperti yang kita bahas sebelumnya).
Seperti kami menawarkan berbagai produk MONITORING, yang sekarang juga bisa dengan pola SEWA PAKAI seperti PRTG HOSTED MONITOR, INFRAON ITSM, FRESHDESK, FRESHSERVICE.
2. Jendela Keamanan: Fokus pada audit dan penguatan sistem yang sudah ada.
Itulah sebabnya kami menggandeng ARCTIC SECURITY, GRAYLOG & SECURDEN
3. Jendela Talenta: Masuklah melalui pelatihan dan pendampingan implementasi.
Disinilah kami membangun 521TALENTA COMMUNITIES.
Masuk ke dalam komunitas :
1. PUGI (PRTG User Group Indonesia), khusus pembahasan solusi PRTG. Daftar di: https://521talenta.myr.id/membership/prtg-user-group-indonesia-92788/
2. INDOME (Indonesia ManageEngine Implementator), khusus pembahasan implementasi solusi ManageEngine. Daftar di: https://521talenta.myr.id/membership/indonesia-manageengine-implementator/
3. JASATIK, khusus pembahasan solusi jaringan , CCTV Dan data center. Daftar di: https://521talenta.myr.id/membership/jasatik/
4. ITxM Akademi, khusus pembelajaran produk Dan solusi terkait IT operation management, IT asset management Dan IT Service management. Daftar di: https://521talenta.myr.id/membership/itxm-akademi/
5. EduTek, khusus pembahasan solusi teknologi untuk sektor edukasi , peserta harus guru, dosen, kepala sekolah, operasional sekolah. Daftar di: https://521talenta.myr.id/membership/edutek/
6. IndoBitubi, khusus pembahasan B2B, peserta adalah sales, HR, owner perusahaan B2B. Daftar di : https://521talenta.myr.id/membership/indobitubi-2026/
7. AI Vision Community Indonesia (AIVICI) , khusus pembahasan AI Vision. Daftar di : https://521talenta.myr.id/membership/ai-vision-indonesia-community/
8. Manufacturing Digital Community Indonesia (MDCI), khusus member pengguna / enduser Manufakturing. Daftar di: https://521talenta.myr.id/membership/manufacturing-digital-community-indonesia-mdci/
The Captain’s Closing Thought: "Pasar tidak sedang sepi, ia hanya sedang menyeleksi siapa yang benar-benar bisa memberikan nilai tambah (value), bukan sekadar menjual barang (box mover). Sejak 1993, kunci bertahan saya hanya satu: adaptasi atau mati."
Kami nantikan anda dalam berbagai komunitas 521Talenta.

0 Komentar