• Breaking News

    Smart branding, solusi OOH dari Smart City Nusantara


    JAKARTA (IndoTelko) - Bisnis iklan media luar ruang (Out of Home) sangat menjanjikan di Indonesia.

    Mengutip data Statista menunjukkan pada 2014 belanja iklan untuk Out of Home di Indonesia sebesar US$ 253 juta, dan di 2015 naik menjadi US$ 339 juta.

    Kontribusi belanja iklan media luar ruang terhadap total belanja iklan di 2014 juga lumayan besar yakni mencapai 28,6% dan di 2015 naik menjadi 33,9%.

    BMI Research dalam temuannya di 2016 menyatakan untuk kaum urban di Jadebotabek, beriklan melalui media luar ruang salah satu pilihan karena banyaknya waktu kelompok ini di luar rumah.

    Tingkat awareness memanfaatkan media luar ruang hampir menyamai TV. Jika TV 83%, maka media luar ruang 81%. Ini karena 50% masyarakat Jabodetabek menghabiskan 10 jam waktu di luar rumah dimana 47% melihat iklan di media luar ruang.

    Media luar ruang yang dikenal selama ini adalah seperti billboard, videotron, transit media, dan lainnya.

    Di era digital, muncul juga Digital OOH (DOOH) yang lebih interaktif dan ditempatkan di titik yang banyak memiliki audiens. Misal, pusat perbelanjaan, perkantoran, bahkan ruangan.

    “Platform smart city nusantara juga punya DOOH yang diberi nama Smart Branding. Sudah ada beberapa pemerintah kota, stasiun kereta api , bandara, atau pusat perbelanjaan yang menggunakan smart branding ini,” ungkap SM Smart City Development Telkom Wahyudi kala IndoTelko mengunjungi Living Lab Smart City Nusantara belum lama ini.

    Diungkapkannya, keunikan dari solusi smart branding terletak di-bundling dengan layanan WiFi Station milik Telkom.

    WiFi Station adalah layanan internet WiFi managed service bagi para pelaku bisnis di berbagai segmen mulai dari sekolah, kampus, restoran/café, pusat perdagangan serta kantor-kantor instansi pemerintahan. (Baca: WiFi Station)
    “Jadi ada digital signage yang diintegrasikan dengan layanan WiFi. Landing page pun bisa dikustomisasi oleh pemilik sesuai dengan program yang dibuat,” katanya.

    Sementara untuk model  bisnis yang dikembangkan adalah berupa managed service untuk alat digital signage sementara koneksi WiFi terpisah.

    “Keunggulan smart branding ini kan sudah tersebar secara nasional di banyak titik. Selain itu sudah online inventory sehingga bisa update data real time dan menarget viewers sesuai pasar,” pungkasnya.

    Sumber:
    https://www.indotelko.com/kanal?c=bid&it=solusi-ooh-smart-city-nusantara

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad