Dashboard Smart City

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Smart City

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Smart City

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Smart City

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Smart City

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 15 November 2018

Build a marketing ecosystem not a funnel

Which Content Marketing initiatives for b2b

Senin, 12 November 2018

9 Tips aman HARBOLNAS 11.11 dari BSSN

Kegiatan Pelatihan ToT Network Level 1 APJII Academy 5-7 Nov 2018

Kegiatan Pelatihan Training of Trainer (ToT) untuk 40 Guru SMK se-propinsi Bali dapat terselenggara atas kerjasama dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia) dengan Telkom Wilayah Denpasar Bali, dengan melibatkan dukungan dari :
- ARUBA
- Hikvision
- PRTG

Kegiatan dilakukan di area Fiber Academy di Denpasar Bali


Sebelum memulai, para guru telah terlebih dahulu mempelajari bahan materi ajar dengan cara mengakses website apjii.academy. Bahan dari para pemateri, terkait dengan Telkom, Aruba, Hikvision dan PRTG telah diberikan di dalam portal tersebut.

Kemudian para guru harus mengikuti Pre-Assessment Test yang dilakukan di awal sebelum kelas dimulai.


Adapun, karena yang dilatih adalah para guru SMK  yang telah memiliki pengalaman dan pengetahuan dasar jaringan, maka pola yang diterapkan adalah Project Based Learning.



Berikut perangkat simulasi network yang digunakan


Dari PT Daya Cipta Mandiri Solusi, selaku Platinum Partner PRTG yang memberikan materi adalah Wey Wey Dermawan selaku CTO.



Dan akhirnya foto bersama dengan para peserta - pengajar yang telah memberikan bahan selama 3 hari.


Nantikan kegiatan pelatihan APJII Academy berikutnya.





Minggu, 04 November 2018

Internet of Things membutuhkan talenta ini



Inilah talenta yang harus disiapkan untuk memasuki era IoT

Workshop CCTV Network Engineer - Jababeka Cikarang 22 Nov 2018

Bekerjasama dengan HIKVISION, melalui salah satu distributornya, PT Prima Inovasi Teknologi (PIT), anak perusahaan PT Daya Cipta Mandiri Solusi, yaitu PT Kota Cerdas Indonesia akan mengadakan workshop CCTV Network Engineer.



Workshop CCTV Network Engineer diadakan bersamaan dengan kegiatan Smart City Expo 21-23 November 2018 yang dilaksanakan di Plaza JB Hall 2 Jababeka Cikarang.



Untuk register visit dapat ke : https://www.tpmi-expo.com/to-visit

Sedangkan untuk registrasi ikut dalam workshop CCTV Network Engineer dapat mendaftar ke Nurmah 0881-8867333.

Materi yang diberikan adalah operasional CCTV Hikvision dan penggunaan PRTG Network Monitoring. Sertifikasi akan diberikan oleh APTIKNAS - ASISINDO bagi yang hadir, sehingga memudahkan untuk bisa bekerja di perusahaan anggota asosiasi tersebut.



Rabu, 31 Oktober 2018

DKIS Kota Cirebon Launching Command Center 112


CIREBON-Pemerintah Kota Cirebon mulai melakukan digitalisasi dalam melayani masyarakat dalam bentuk smart city. Ini menjawab tantangan zaman sekarang yang serba canggih dan dituntut kecepatan dalam pelayanan.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Iing Daiman SIP MSi mengatakan, aplikasi yang sudah diluncurkan antara lain Cirebon Melet (melek internet), program penyediaan wifi gratis di area publik, fasilitas umum, sarana pendidikan dan Bapermas.

Kemudian, Cirebon Brojol Aja Klalen yang melayani akte kelahiran langsung jadi kalau laporan secara online. Pelayanan dokumen kependudukan akte kelahiran dan kartu keluarga dalam satu pelayanan. Mempersingkat proses pembuatannya dari 14 hari menjadi dua hari saja.

Adapula Cirebon Lengko,  Layanan Elektronik Kesehatan Online. Program sistem pelayanan antrian dan informasi online berbasis android. Melayani informasi ketersediaan ruang rawat inap di RSUD Gunung Jati Cirebon. Tak ketinggalan, Cirebon Wadul Bae, Warga Peduli Bocah Lan Emboke. Program yang mengkonsepkan penanganan terpadu kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Ada pula Cirebon mata hatiku, memantau kota dengan CCTV ku penuh bahagia. Setiap area strategis seperti jalan, obyek vital dan lainnya dipantau langsung dan terintegrasi dengan command center 112,” jelas Iing, kepada Radar Cirebon seusai meresmikan command center di Balaikota Cirebon.

Aplikasi ini, menurutnya akan mudah diingat. Pasalnya cdengan nama yang diambil dari kearifan lokal yakni dari segi bahasanya.  Hal ini juga menambah daya tarik kepada masyarakat untuk menggunakannya. Semua aplikasi ini bertujuan mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu aplikasi yakni Cirebon Lengko menjadi favorit. Karena secara real time bisa mengetahui jumlah antrean pelayanan rumah sakit. “Sekarang tinggal menekankan pada sosialisasi, sehingga masyarakat lebih mengenal dan menggunakan aplikasi ini. Untuk Kota Cirebon, penerapan smart city menjadi yang kelima di Jabar dan yang ke 23 dari 500 lebih kota di Indonesia,” pungkasnya. 

Sumber:
https://www.radarcirebon.com/dkis-kota-cirebon-launching-command-center-112.html

Selasa, 30 Oktober 2018

Lintasarta Dukung Revolusi Industri 4.0 dengan Pembangunan Infrastruktur Digital


INDUSTRY.co.id, Jakarta - Lintasarta menegaskan dukungannya melalui implementasi industri 4.0. Bentuk dukungan sekaligus komitmen tersebut diwujudkan lewat pembangunan infrastruktur digital dan membentuk inovasi ekosistem yang masuk ke dalam list prioritas Indonesia.

Dijelaskan IT Services Director Lintasarta Arya N. Soemali, mengingat peran penting dari layanan cloud computing sebagai underlying foundation untuk menopang implementasi teknologi di industri 4.0 seperti Artificial Intelligence, Virtual Reality, Internet of Things dan lain sebagainya, serta apa yang telah dimiliki oleh Lintasarta saat ini, kami berkomitmen untuk mendukung implementasi industri 4.0.

Kesiapan Lintasarta cloud infrastructure (infrastruktur awan Lintasarta) ditunjukkan dengan layanan tersertifikasi dan mengadopsi teknologi ICT mutakhir, untuk mendukung percepatan kesiapan peta jalan Making Indonesia 4.0. Hal tersebut diyakini dapat mendorong innovation agility yang merata di seluruh pelosok Indonesia.

Selain itu, Lintasarta melalui program Appcelerate yang telah berlangsung sejak 2016, telah memberikan akses terhadap layanan cloud computing bagi para startup yang menjadi binaan. Pada tahun 2018 ini Appcelerate mengajak industri Finace, Suppy Chain, dan Smart City untuk terlibat langsung, yaitu dengan menyampaikan pain point hingga menjadi mentor pada masa inkubasi dan akselerasi.

“Kami menjadikan mereka sebagai mitra. Selanjutnya, mereka dibantu untuk membuat produk yang memang dibutuhkan oleh industri, hingga para startup ini menjadi mapan. Lintasarta memiliki relasi yang besar dari berbagai industri yang pastinya juga membutuhkan aplikasi atau produk solusi yang bisa dihasilkan oleh para startup. Jadi, kami memulai kolaborasi untuk menghadapi industri 4.0 sudah sejak awal,” yakin Arya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Lintasarta Appcelerate adalah ajang pembuatan rencana bisnis dalam bentuk inovasi produk atau aplikasi digital, seperti mobile application, yang memiliki nilai bisnis dan dapat diterapkan untuk mendukung berbagai sektor industri seperti banking, financial, oil & gas, plantation, manufacture, e-health, logistic, transportation, dan smart city.

"Nantinya produk-produk dari Appcelerate akan dipasarkan ke lebih dari 2.400 pelanggan Lintasarta," tutupnya.

Sumber:
http://www.industry.co.id/read/44385/lintasarta-dukung-revolusi-industri-40-dengan-pembangunan-infrastruktur-digital

Jumat, 26 Oktober 2018

Dukung Program Smartcity, Disperindag Kota Yogya Targetkan Terapkan QR di Sepuluh Pasar Tradisional


TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyusun masterplan Smart City yang batas akhirnya adalah Desember 2018 mendatang.

Melalui Sosialisasi Masterplan Smart City, beberapa OPD diminta melakukan pemaparan ringkas terkait inovasi pelayanan yang sudah dikembangkannya, di Ruang Bima Kompleks Balaikota Yogyakarta, Jumat (26/10).

Salah satunya adalah Quick Response (QR) Code untuk retribusi pasar yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta.

Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang menjelaskan bahwa QR Code telah dilaunching pada 11 Juli 2018.

Ia menjelaskan bahwa pemikiran yang mendasari pihaknya untuk mulai beralih ke QR Code dikarenakan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni petugas pungut, pencatatan administrasi pendapatan retribusi yang masih manual, pelaporan administrasi keuangan yang belum real time, dan belum bisa mewujudkan manajemen pendapatan yang transparan.

"Awalnya kami memulai dengan 8 pasar tradisional. Harapannya nanti di penghujung tahun total pasar tradisional yang menggunakan QR Code menjadi 10 pasar, tambahannya adalah Pasar Lempuyangan dan Pasar Karangkajen," bebernya.

Sementara itu, Kabid Teknologi Informatika Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Suciati Sah menjelaskan saat ini ada sebanyak 59 aplikasi yang dijalankan OPD, baik itu yang menyajikan informasi ataupun yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"OPD tidak membuat sendiri-sendiri, tersentral di Diskomsan karena masih butuh payung hukum dan sebagainya. Lalu setelah siap kita serahkan ke OPD pengguna. Aplikasi tersebut misal pelayanan pembayaran pajak online, laporan pajak, pelayanan kelurahan dan kecamatan, dan sebagainya," ujarnya.

Sumber:
http://jogja.tribunnews.com/2018/10/26/dukung-program-smartcity-disperindag-kota-yogya-targetkan-terapkan-qr-di-sepuluh-pasar-tradisional

Pekanbaru Lulus Gerakan Menuju 100 Smart City


(RIAUPOS.CO) - PEKANBARU salah salah kota dinyatakan lulus usai mengikuti assessment di antara 25 kabupaten/kota di Indonesia untuk mengikuti gerakan menuju 100 Smart City. Sejalan dengan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan penandatanganan komitmen bersama percepatan Pekanbaru Smart City Madani dan Bimbingan Teknis Tahap IV.  

Kegiatan berlangsung di salah satu hotel di Kota Bertuah, Senin (22/10) lalu. Diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Pekanbaru. Tiap-tiap kepala OPD menandatangani untuk mendukung program tersebut. 

Wali Kota Dr H Firdaus MT mengatakan, ada enam pilar yang melandasi Kota Pekanbaru lolos dari Assesment Gerakan Menuju 100 Smart City. Di antaranya, tata kelola pemerintah yang pintar (smart governance), penduduk yang pintar (smart people)  dan ekonomi yang pintar (smart economy).

Kemudian lingkungan yang pintar (smart environment), kehidupan yang pintar (smart living)  dan mobilitas yang pintar (smart mobility). Karena itu dia berharap pemerintah bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. 

“Pemerintah yang cerdas bisa memberikan pelayanan terbaik, jadilah pelayan dari hati hingga sepenuh hati kepada masyarakat. Dengan masyarakat yang cerdas, disertai pemerintah yang cerdas akan mampu menghasilkan lingkungan yang cerdas pula,” ungkap Wako. 

Menurut mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau ini,  semua harus berubah menuju arah yang lebih baik lagi, mulai dari hal mendasar yakni Sumber Daya Manusia (SDM) maupun dalam membangun fisik kota. Tentu dengan prinsip- prinsip kota yang cerdas, begitu pula dengan perubahan yang dimaksud adalah terkait pola pikir dan juga perilaku masyarakat. 

“Kita mesti berubah, mulai dari perubahan yang sangat mendasar mulai dari membangun SDA maupun membangun fisik kota. Tentu dengan prinsip-prinsip kota yang cerdas. Melalui perubahan yang kita harapkan, bagaimana perubahan pola fikir dan juga perubahan perilaku masyarakat kita, tentunya dengan prinsip-prinsip kota cerdas,” terangnya.  

Salah satu bagian dari smart city yang harus ada di masyarakat, kata Firdaus, lingkungan yang pintar atau smart environment. Dalam hal itu masyarakat diminta untuk mencintai lingkungan, mengenali persoalan lingkungan dan bagaimana cara mengatasinya. 

“Untuk itu saya mengimbau camat, lurah, RT, RW, serta masyarakat, mari sama-sama kita pelihara lingkungan, termasuk memelihara drainase di lingkungan agar berfungsi dengan baik. Begitujuga dengan persoalan sampah di lingkungan,” paparnya. 

Ditambahkan orang nomor satu di Pekanbaru ini, membangunan di segala bidang dalam mewujudkan Pekanbaru Smart City atau kota pintar sudah menjadi keperluan. Hal itu seiring dengan pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi, sehingga keenam pilar tersebut  menjadi keperluan di Kota Pekanbaru. 

‘’Pilar-pilar itu sudah menjadi keperluan di Pekanbaru, makanya semua komponen harus cerdas menyikapinya, sehingga pembangunan terus meningkat di masa datang,” paparnya.  Dia juga merinci, sebagai langkah awal untuk mewujudkan pembangunan, Pemko Pekanbaru telah meluncurkan aplikasi berbasis online untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bertujuan agar pelayanan semakin cepat, tepat, akurat dan tuntas. 

Tak kalah penting, untuk percepatan menjadikan Pekanbaru menuju kota cerdas, pemko juga meluncurkan kartu pintar atau smart card. Di mana dapat berfungsi sebagai kartu ATM, identitas, kartu prabayar dan lain sebagainya. 

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru Firmansyah Eka Putra menjelaskan, dalam tahun ini Pekanbaru menjadi salah satu kota dari 25 kota lain yang mengikuti gerakan 100 Smart City yang ada di Indonesia. 

“Pekanbaru mengikuti assessment gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia  dan Alhamdulillah tahun ini Pekanbaru dinyatakan telah lulus sebagai salah satu dari 25 kota yang mengikuti gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia,” jelasnya  saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan yang dilaksanakan. 

Salah satu dari rangkaian acara yang dilakukan pemerintah pusat melalui Kemenkominfo adalah melakukan bimbingan terhadap kota-kota yang ada di Indonesia, untuk dapat menyusun master plant yang ada di daerahnya masing-masing. 

“Dan pada kesempatan kali ini kita telah membentuk dewan Pekanbaru Smart City, berisikan berbagai stakeholder dari pilar Smart City Pekanbaru. Kita juga akan membentuk teknis Pekanbaru Smart City, bertugas untuk merumuskan, apa saja program-program percepatan Pekanbaru Smart City dan akan diringkas kembali menjadi program ringkas yang disebut dengan Quick Wins,” papar Firmansyah.  

Kegiatan yang dilaksanakan, kata dia, merupakan tahapan terakhir dari bimbingan teknik (bimtek) yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Bertujuan untuk memfinalisasi master plant Smart City Pekanbaru, sekaligus menandatangani komitmen dari seluruh kepala OPD, bersama Wali Kota Pekanbaru.

“Sebelumnya kami sudah laksanakan beberapa kali Bimtek. Pertama, 4-5 Juli, kedua, tanggal 14-15 Agustus  dan  yang ketiga tanggal 13-14 September. Hari inilah bimtek yang terakhir, mengusung tema ‘Gerakan Menuju 100 Smart City’, pada kesempatan ini pula difinalisasi master plant Smart City Pekanbaru,” ujarnya. 

Untuk diketahui, gerakan menuju 100 Smart City, sudah dilangsungkan sejak 2017 silam untuk tahap awal, setelah melakukan tahapan seleksi, terpilih sebanyak 25 kota/kabupaten untuk mengikutinya. Ada beberapa parameter yang dipakai untuk tahapannya. Di antaranya, kondisi keuangan daerah, peringkat dan status kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah (data Kemendagri) serta indeks kota hijau (versi Kementerian PUPR). 

Pekanbaru termasuk dari 25 kabupaten/kota selanjutnya yang dinyatakan lulus pada tahap II tahun 2018, menandatangani nota kesepahaman untuk mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City tersebut sudah dilaksanakan, Selasa (8/5) lalu. Sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan yang bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan sekaligus mendorong potensi di daerah masing-masing. 

Selain dihadiri Wali Kota Firdaus, kegiatan bimtek sekaligus penandatanganan komitmen juga dihadiri sejumlah undangan, di antaranya Sekdako Pekanbaru HM Noer, juga tampak perwakilan dari Kementerian Kominfo  dan seluruh kepala  OPD  lingkungan Kota Pekanbaru serta dari perguruan tinggi.

Sumber:
http://www.riaupos.co/190779-berita-pekanbaru-lulus-gerakan-menuju-100-smart-city-.html#.W9bN3JMzbIU

Kamis, 25 Oktober 2018

Smart buildings for an energy-efficient Indonesia - The ASEAN Post Team

Smart buildings for an energy-efficient Indonesia

Several high-rise buildings under construction are seen along the Jakarta skyline. (Romeo Gacad / AFP Photo)
Indonesia is one of the largest countries in the world in terms of both, land area and population. Over the past five years, Indonesia’s urban population has increased by 53.5 percent, more than half of the country’s total population, according to Statistics Indonesia. The impact of urban population growth is directly proportional to the rise in demand for infrastructure and living facilities in the urban space, such as buildings and roads.
As such, the Republic is now looking at the construction of buildings that are energy-efficient so as to minimise negative environmental impacts and to be more cost-effective in the short and long run. This is in line with a greater and more far-reaching plan of establishing smart cities within the country.
Indonesia’s Ministry of Communication and Information Technology and the Ministry of National Development Planning (BAPPENAS), along with other local organisations have initiated a smart city programme which is aptly named the 100 Smart City Movement. The programme will be carried out by 2019.
Connectivity and cooling
According to Frost & Sullivan, the Building Energy Management Systems (BEMS) market in Southeast Asia is set to develop at a compound annual growth rate (CAGR) of 12.2 percent to 2020. Cloud computing and the Internet of Things (IoT) are some of the next-generation IT solutions that enable the development of a new class of BEMS which offer comfort and optimised energy performance.
The balance between productivity and sustainability is key. Due to a combination of policy support and tax benefits as well as educational and awareness programmes, the construction of smart and green buildings in Indonesia is projected to reach up to 25 percent of the market by 2025. With this in mind, most market players have begun to introduce cloud-based BEMS platforms and services.
Indonesia’s hot and humid climate creates a soaring demand for cooling systems within its buildings. There is no doubt that these systems are costly and are contributors to the excessive release of chlorofluorocarbons (CFCs) into the atmosphere, leading to the undesirable consequence of the thinning of the ozone layer. Smart buildings could potentially reduce the cost of cooling and significantly decrease CFCs released. Buildings of the future must connect the various tools in an integrated, dynamic, and functional way. At its most fundamental, smart buildings deliver useful building services that enable its occupants to be more productive at the lowest possible cost.
Source: Institute for Business Efficiency
Benefits of smart buildings
The application of optimised operation and increased efficiency in smart buildings have the potential to cut energy costs, for example, through the matching of occupancy patterns to energy use. A smart building will operate better when there are fewer people inside it. Dynamic power consumption is another key factor in reducing costs that stem from overuse of resources. By taking signals from the electricity market and altering usage in response, a smart building ensures the lowest possible energy costs. The possible generation of revenue can also take place by the selling of load reductions back to the grid.
Green Building Council Indonesia has identified the components within innovative building solutions. These are: building intelligence and automation, smart lighting, electrical apparatus, vertical transportation, air condition and ventilation, access and security, water and fire systems, sustainable building materials, and passive building designs. The proposed smart buildings will also implement proactive maintenance of equipment where analysis algorithms will detect problems in performance before they can cause expensive outages. This enables optimum efficiency and reduced costs and wastage in building maintenance.
The combined population of Bandung, Jakarta, and Surabaya reached a staggering 16 million in 2018. On this one statistic alone, the need to construct smart buildings within the framework of smart cities is greater than ever. It must be said that Indonesia’s move towards the creation of smart architecture is one that is commendable and urgently required. The government there will have to monitor the progress of its smart building initiative to minimise potential hiccups and ensure compliance across all future urban developments.
This article was first published by The ASEAN Post on 7 May 2018 and has been updated to reflect the latest data.
source: https://theaseanpost.com/article/smart-buildings-energy-efficient-indonesia

Pemkot Manado Matangkan Program Smart City, Warga Bisa Cek Harga Sembako dari Handphone



TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sudah setahun lebih program Smart City di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara yang digagas dan dicetuskan Wali Kota Manado Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Mor D Bastian berjalan.

Program yang bermarkas di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkot Manado, pertama kali digagas dua punggawa Kota Manado pada 27 Februari 2017.

"Untuk tahun 2018, ada 99 kota ditambah Kota Manado jadi 100 kota di Indonesia yang menggelorakan program Smart City ini," tutur Erwin Kontu, Kadis Kominfo Kota Manado kepada tribunmanado.co.id ini usai mengikuti rapat dengan tim teknis smart city dan satuan kerja perangkat daerah di ruang kerja Wakil Wali Kota Manado Mor Bastian, Kamis (25/10/2018).

Kontu menjelaskan, Pemerintah Kota Manado melalui Wawali Mor Bastian mewakili Wali Kota GS Vicky Lumentut, menerima pendampingan program 100 perwakilan smart city di seluruh Indonesia dan menggelar bimbingan teknis (bimtek) di ruang Toar Lumimuut selama dua hari.

Bimtek Smart City merupakan rapat terakhir, di mana hasilnya akan dipaparkan pada bulan Desember 2018 di hadapan tim asesor Kementerian Kominfo.

"Pak wawali bersedia melakukan pemaparan terkait keberadaan program smart city di Kota Manado," tambahnya.

Kabag Humas di era kepemimpinan Wali Kota Bitung Almarhum Hanny Sondakh dan Wakil Wali Kota Max Lomban ini berharap, mudahan-mudahan dalam pemaparan nanti Wakil Wali Kota Manado menjadi kepala daerah satu-satunya di Indonesia.

"Karena itu akan menjadi nilai plus tersendiri ketika ada kepala daerah yang melakukan pemaparan kata informasi kementerian sebagai komitmen kepala untuk smart city, " tandasnya.

Sementara itu Mor Bastian dalam keterangannya katakan, dalam rapat yang berlangsung di ruang kerjanya bertujuan untuk mensinkronkan program smart city antara internal perangkat daerah dan tim teknis .

"Dilakukan penandatangan komitmen, menunjang smart city, antara Pemkot Manado, dewan smart city dan tim teknis berlangsung," kata Mor.

Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Utara ini berharap, program smart city kota Manado, jadi program bersama perangkat daerah.

Adapun jalannya program smart city di Kota Manado sejauh ini kata Kadis Kominfo Manado Erwin Kontu berjalan sesuai yang diharapkan.

Program ini menjadi percontohan daerah di Sulut bahkan di Indonesia.

"Meraih penghargaan bukan menjadi tujuan atau program akhir smart city. Tujuannya masyarakat lebih terbantu dalam aktivitas sehari-hari," terang Kontu.

Dia mencontohkan, masyarakat bisa memantau kondisi situasi kota dengan mendownload aplikasi Sitasya di handphone android, informasi dan prakiraan cuaca, harga sembako, laporkan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing melalui aplikasi Qlue, dan aplikasi lainnya yang dibangun Pemkot Manado melalui program Smart City.

Sumber:
http://manado.tribunnews.com/2018/10/25/pemkot-manado-matangkan-program-smart-city-warga-bisa-cek-harga-sembako-dari-handphone


Rabu, 24 Oktober 2018

Usung 25 Brand, Taiwan Tawarkan Solusi Pengembangan Smart City di Indonesia


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Untuk kedua kalinya, Paviliun Taiwan Excellence berpartisipasi dalam pameran Communic Indonesia 2018.

Kali ini, Taiwan menampilkan keunggulan produk ICT-nya sebagai yang terbesar kedua di dunia. Adapun, pameran ini diadakan pada tanggal 24-26 Oktober 2018 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat. Selama itu, pengunjung akan disuguhkan berbagai teknologi canggih khas buatan Taiwan.

Dalam perhelatannya ini, Paviliun Taiwan Excellence membawa 25 merek terkemuka yang mengusung solusi-solusi inovatif seperti Acer, Advantech, Apacer, Bionime, Geosatdan MSI, dll.

“Kami dari industri asosiasi sangat menantikan kehadiran Taiwan Excellence, karena kami percaya bahwa brand-brand di bawah naungan Taiwan Excellence adalah brand-brand terbaik yang ada di Taiwan,” ujar Fanky Christian, selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (ASISINDO), saat konferensi pers, di Jakarta, Rabu (24/10).


Dalam perhelatan yang sama, Taiwan juga menggelar Seminar “Efficiency Formula for Smart City”, dengan menghadirkan Fanky Christian dan I Gusti Bagus Baskara Nugraha, selaku peneliti Smart City Community and Innovation Center ITB, sebagai pembicara.

“Indonesia sedang mengkampanyekan Gerakan Menuju 100 Smart City, dan responnya terhadap produk teknologi kami sejauh ini sudah sangat baik. Sehingga kami harus bekerja lebih cepat lagi, untuk memperkenalkan produk-produk Taiwan Excellence di Indonesia,” ujar Danny Liao, selaku Direktur Taiwan Trade Center Jakarta.

Danny pun menambahkan, IoT bukan hanya soal personal pengguna sehari-hari saja tapi menyangkut soal kesehatan sampai transportasi publik dan lainnya. 

“Kami harap solusi IoT kami bisa dibawa ke Indonesia," harapnya.

Sumber:
http://www.jitunews.com/read/88783/usung-25-brand-taiwan-tawarkan-solusi-pengembangan-smart-city-di-indonesia

Pemkab Pati Luncurkan 4 Aplikasi untuk Mendukung Pelayanan pada Masyarakat


TRIBUNJATENG.COM, PATI - Berbenah menjadi daerah yang lebih baik lagi dan sejalan dengan era digital saat ini, Kabupaten Pati meluncurkan beberapa aplikasi guna memudahkan pelayanan bagi masyarakat.

Terdapat empat aplikasi yang diluncurkan Bumi Mina Tani yaitu Pati Smart City, E-Sakip, E-Office dan Gagenda yang mulai hari ini dapat digunakan masyarakat.

Aplikasi tersebut sebagai wujud kerja nyata Pemkab Pati menjadikan daerah yang terkenal dengan bandengnya tersebut sebagai Kabupaten yang melek digital.

Kepala Dinas kominfo Pati Indriyanto menerangkan bahwa Pati Smart City merupakan portal informasi yang berisi semua hal terkait Pati.

"Salah satu yang bisa dimanfaatkan masyarakat adalah pati smart city, merupakan portal informasi, gerbang digital sebuah kota," tutur Indriyanto Kadis Kominfo Pati saat launching Pati Smart City di Pendopo Kabupaten Pati pada Selasa (23/10/2018).

Pati Smart City diterangkan berisi informasi yaitu e-goverment, e-bisnis dan ada juga e-lapak.

E-lapak sendiri diperuntukan bagi masyarakat yang ingin berjualan produk-produk khas Pati.

Dapat diibaratkan Pati Smart City sebagai wadah yang mana bukan hanya perihal kinerja pemkab tapi juga segala hal tentang Pati mulai potensi daerah hingga perpajakan.

"Jadi pati smart city nanti ada informasi e-goverment, e-pajak, e-bisnis jadi masyarakat bisa langsung mengunduh di playstore dan melihat informasi yang ada, diharapakan ada interaksi juga. Disitu juga ada e-lapak untuk jualan," terang Indriyanto pada Tribunjateng.com.

Sumber:
http://jateng.tribunnews.com/2018/10/24/pemkab-pati-luncurkan-4-aplikasi-untuk-mendukung-pelayanan-pada-masyarakat

Selasa, 23 Oktober 2018

Untuk Meningkatkan Performa Layanan, Pemkot Palembang Segera Launching Aplikasi Hallo Palembang


SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang akan segera melakukan launching aplikasi Hallo Palembang.

Aplikasi ini untuk meningkatkan performa layanan serta memuat informasi tentang layanan Pemerintah Kota Palembang.

Hal ini terungkap pada acara Penandatanganan Kesepakatan Masterplan Smart City Palembang.

Acara dihadiri Walikota Palembang H Harnojoyo, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Sekda Kota Palembang Harobin Mastofa, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palembang di ruang Parameswara Kantor Sekretariat Daerah Kota Palembang, Selasa (23/10/2018).

"Dengan aplikasi Hallo Palembang ini nantinya, kita harap para investor dapat lebih mudah mencari informasi tentang peluang investasi di Palembang. Semua informasi berkaitan dengan SOP dan lamanya pelayanan publik diharapkan ada pada aplikasi ini," ujar Harnojoyo.

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang berencana akan meluncurkan aplikasi ini pada 22 November mendatang.

Oleh karena itu Walikota Palembang menginstruksikan seluruh pimpinan OPD untuk berkoordinasi untuk mengoptimalkan aplikasi ini.

"Aplikasi ini akan sia-sia bila tanpa dukungan seluruh OPD. Aplikasi ini harus mampu menyajikan seluruh informasi yang diperlukan masyarakat tentang Kota Palembang," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang Yanurpan Yany mengatakan, penandatanganan kesepakatan masterplan smart city tersebut merupakan komitmen dari seluruh OPD untuk melaksanakan program smart city.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari terpilihnya Kota Palembang dalam program 100 smart city oleh Kementerian.

"Selain aplikasi Hallo Palembang sesuai yang diinstruksi Pak Harnojoyo, kita juga memiliki program lain yaiyu Restorasi Sungai Sekanak, dan Palembang Tpurism Guide. Ketiga program jangka pendek ini merupakan perwujudan 6 dimensi smart city yaitu smart living, smary economy, smart people, smart govetnance, smart mobility, dan smart environment," ujarnya.

Khusus untuk aplikasi Hallo Palembang dijelaskannya, aplikasi ini merupakan pusat informasi Kota Palembang yang ditujukan untuk menyempurnakan pelayanan publik serta memudahkan masyarakat dalam mengumpulkan informasi terkait pelayanan Pemerintah Kota Palembang.

Aplikasi ini diharapkan menjadi sinkronisasi dari seluruh aplikasi pelayanan yang dilaksanakan OPD Kota Palembang.

Sumber:
http://palembang.tribunnews.com/2018/10/23/untuk-meningkatkan-performa-layanan-pemkot-palembang-segera-launching-aplikasi-hallo-palembang

Senin, 22 Oktober 2018

Bupati Wihaji Komitmen Terus Genjot Program Smart City


TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Satu tahun pemerintah Bupati Batang Wihaji berjalan, program smart city terus digaungkan.

Pasalnya, Kabupaten Batang merupakan satu di antara kabupaten yang didamping langsung oleh kementerian dalam mengembangkan smart city.

Untuk itu, Wihaji akan menggenjot Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar progarm smart city semakin diterima di masyarakat.

"Kami memaparkan ke kementerian Kominfo, bahwa Pemkab Batang memiliki tiga quick win, yaitu e-budgeting, e-planning dan Minggon Jatinan," jelasnya, Senin (22/10/2018).

Smart city, dikatakan Wihaji menjadi prioritas, dimana program tersebut akan mempermudah masyarakat dalam hal pembangunan, dan pelayanan.

"Di dalam smart city ada investasi, untuk itu kami akan genjot terus jika investasi yang masuk besar maka program akan mudah dijalankan," tuturnya.

Pihaknya menargetkan smart city akan dilaksanakan hingga 2029, dan diharapkan dalam waktu 10 tahun kepala dinas bisa berkomitmen untuk menyukseskan program smart city.

"Selain itu, kami berharap aplikasi yang dibuat untuk pelayanan masyarakat dalam smart city bisa digemari masyarakat, untuk itu inovasi sangat diperlukan dan sosialisasi harus terus digiatkan," katanya.

Sumber:
http://jateng.tribunnews.com/2018/10/22/bupati-wihaji-komitmenterus-genjot-program-smart-city

Minggu, 21 Oktober 2018

Pengembangan ekonomi kreatif jadi kunci penggerak sektor pariwisata


Merdeka.com - Indonesia Creatif Cities Network (ICCN) menggelar event tahunan bertajuk Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) sebagai event pertemuan kota-kota kreatif di Indonesia yang di gelar di Sahid Hotel dan Jwalk Yogyakarta dari tanggal 15 - 20 Oktober. Salah satu kota, yaitu Denpasar turut andil pada ajang yang mempertemukan 170 delegasi kabupaten/kota kreatif di Indonesia ini.

Wali Kota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra menjadi pembicara dalam sesi Talkshow dan Launching Kota Kreatif Pariwisata. Dalam acara ini, dia menyebut bahwa pengembangan ekonomi kreatif jadi kunci peningkatan pariwista.

"Denpasar dalam visi misi Denpasar Kreatif Berwawasan Budaya dalam Keseimbangan menuju Keharmonisan. Dari visi misi ini bagaimana keberadaan Kota Denpasar sebagai sebuah kota budaya. Dalam pariwisata kreatif, Pemerintah Kota Denpasar mengemasnya tak jauh dari visi misi yang diemban selama ini. Bagaimana kebahagiaan masyarakat lewat pemberdayaan yang nantinya diharapkan masyarakat dapat kreatif," katanya dikutip keterangan di Jakarta.

Rai Mantra menjelaskan bahwa hal ini juga telah didukung dengan kebijakan dan implementasi reformasi birokrasi yang ada. Seperti peningkatan pelayanan publik dengan memberikan kemudahan kepada anak-anak muda serta insan kreatif dalam mengurus izin usaha. Cukup ditingkat kecamatan para insan kreatif ini dapat melakukan penguruan izin usaha secara gratis.

Di samping itu juga memberikan peningkatan produk kreatif yang ada, seperti halnya keberadaan kuliner tradisional Bali yang mewajibkan hotel-hotel yang ada untuk menampilkan menu tradisional Bali. Adanya tenun khas yakni endek juga perlu diperhatikan lewat mendorong penggunaan dan kebanggaan memakai kain endek. Langkah ini tentunya didukung dengan membangun partisipasi masyarakat berbasis potensi lokal hingga membangun networking serta coworking space.

"Daya dukung smart city juga tak terlepas dari penguatan pariwisata kreatif. Denpasar smart city tampil dengan akses kemudahan kepada masyarakat. Baik itu dalam tatanan Denpasar Smart City," paparnya.

Penataan tukad atau sungai yang ada di Denpasar, salah satunya penataan Tukad Bindu, Kesiman yang memberikan sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini telah mampu memberikan nilai tambah kepada masyarakat setempat serta menjadikan Tukad Bindu sebagai salah satu destinasi wisata baru Denpasar dan menjadi juara kebersihan sungai tingkat Nasional.

"Festival-festival yang ada juga sebuah langkah penguatan dalam pencapaian pariwisata kreatif lewat pengembangan ekonomi kreatif yang juga perlu mendapat dukungan melalui kebijakan pemerintah, hingga pemberdayaan masyarakat." 

Sumber:
https://www.merdeka.com/uang/pengembangan-ekonomi-kreatif-jadi-kunci-penggerak-sektor-pariwisata.html

Sukses Bangun Smart City, Wali Kota Fasha Dianugerahi Award Best IT & DT Governance


TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pembangunan Smart City di Kota Jambi terus mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak. Satu lagi pengakuan diberikan oleh lembaga Asosiasi Big Data dan AI (ABDI), sebuah lembaga pengembangan IT mitra Kemen Kominfo yang berkedudukan di Jakarta.

Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME, dinobatkan sebagai kepala daerah berprestasi dengan berhasil meraih Best IT & DT Governance Award dengan kategori The Best Leader 2018.

Sebagai kepala daerah, Wali Kota Jambi Syarif Fasha dinilai mampu menerapkan e-government dan e-governance dalam pelaksanaan program pembangunan serta dinilai berhasil membangun Smart City di Kota Jambi.

Selain Wali Kota Jambi sebagai The Best Leader 2018, turut pula menerima penghargaan pada malam itu, Dinas Komunikasi & 
Informatika Kota Jambi dengan kategori The Best IT Data Governance 2018 dan The Best IT Data Infrasctructure 2018.

Award ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada enterprise, Kepala daerah / institusi yang sukses Best IT dan DT Governance yang pertama kali diselenggarakan oleh Asosiasi Big Data dan AI (ABDI), majalah/portal Komite.ID dan SingEx (PT Omni eComm Expo) Singapore Event Manager dengan dukungan Kementerian  Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta para advisor  dari berbagai asosiasi dan enterprise dalam dan luar negeri seperti, Australian Securities Company, Rosebay Consulting, UN Gov Expert Group, Asosiasi Cloud Computing Indonesia, ADEI, CMO Paques Analytics, MarkPlus Inc, serta ICT Consultant.

Selebrasi penganugerahan Awarding yang langsung diserahkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara tersebut berlangsung di Balai Kartini Jakarta pada Rabu malam (17/10).

Menkominfo Rudiantara dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap event seperti tersebut akan bisa mendorong adanya inovasi baru, terkait pengembangan sektor ICT di Tanah Air.

“Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk membangun ekosistem digital dan percepatannya, terutama dalam rangka memasuki era ekonomi digital dan industri 4.0 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai strategi dalam meningkatkan daya saing industri dan ekonomi nasional di masa depan," ungkap Menteri Rudiantara.

Sementara itu Wali Kota Jambi Syarif Fasha, kepada sejumlah awak media, usai penerimaan penghargaan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Kominfo dan penyelenggara serta sejumlah pihak yang telah turut menetapkan Kota Jambi sebagai peraih anugerah tersebut. Ia juga berharap anugerah itu dapat menjadi motivasi bagi jajarannya dalam membangun Smart City di Kota Jambi.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kominfo dan penyelenggara kegiatan ini yang telah menetapkan Kota Jambi sebagai salah satu daerah terbaik dalam implemenasi e-government dan e-governance. Semoga ini menjadi motivasi bagi kami dan seluruh jajaran Pemkot Jambi untuk membangun Smart City di Kota Jambi," ujar Fasha.

Acara penganugerahan sebelumnya diawali dengan Summit IT dengan pembicara pakar IT baik dalam maupun luar negeri, yang mengambil tema “Be Alert, Secure, Competent and Intelligent - Managing the Next Data Revolution in Indonesia as Data Become the future digital energy and currency,"

Sumber:
http://jambi.tribunnews.com/2018/10/21/sukses-bangun-smart-city-wali-kota-fasha-dianugerahi-award-best-it-dt-governance

Jumat, 19 Oktober 2018

Begini Respon Pustekkom Indonesia Saat Kunjungi e-Panrita


MAKASSAR - Seluruh Pejabat Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) se-Indonesia, melakukan kunjungan kerja terhadap produk teknologi berbasis aplikasi cerdas “e-Panrita” milik Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Jumat (19/10/2018).

Dalam kunjungan tersebut, seluruh pejabat Pustekkom se Indonesia ini diterima langsung Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo.

None, sapaan akrab Irman YL menyampaikan terima kasih atas kunjungan oleh peserta Rakor Pustekkom se Indonesia di e Panrita.

None memberikan penjelasan melanisme kerja e-Pantita yang berada di lantai dua Disdik, tepatnya di Ruang JK e-Panrita Centre. Di ruangan tersebut berisikan kontrol fitur-fitur pendidikan berbasis teknologi dalam aplikasi cerdas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang diberi nama elektronik Panrita (e-Panrita).

“Selamat datang di e-Panrita, Sistem ini bukan mengawasi tapi hanya ingin memastikan bahwa proses belajar anak anak kita berjalan dengan baik,” ujar None mengawali penjelasannya.

Dengan e-Panrita, Dinas Pendidikan mampu memantau guru dan siswa dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan sistem yang ada. “Termasuk kehadiran guru, bolos, tidak masuk mengajar, dan lain lain,” jelas None.

Penjelasan None tentang e-Panrita menjadi hal baru bagi seluruh pejabat Pustekkom se Indonesia. Mereka terkagum kagum dengan kecanggihan e-panrita.

“Di Banten tidak ada begini. Ini hal baru. Dan sudah lama kami di Banten mendengar soal e-panrita di Sulsel. Baru ada kesempatan kami melakukan kunjungan dan memang luar biasa,” ujar M Teddy, pejabat Pustekkom dari Banten.

Hal yang sama juga dikatakan Wawan Karnawan dari DKI Jakarta. “Ini teknologi skala nasional. Di Jakarta baru apliksi smart city yang pakai, belum ada di Dinas Pendidikan Provinsi DKI. Ini sebuah terobosan skala nasional,” ujarnya.

Menurutnya, sistem yang ada di tempat mereka hanya sebatas manual dan belum ada aplikasi yang ditopang dengan informasi dan teknologi yang terkini. “E-panrita ini menurut kami masih terdepan sebagai salah satu aplikasi pengawasan berbasis teknologi informatika,” ujar Wawan.

Sumber:
https://makassar.sindonews.com/read/15537/1/begini-respon-pustekkom-indonesia-saat-kunjungi-epanrita-1539940229

Kamis, 18 Oktober 2018

Workshop UKM Goes Online membantu Smart Citizen

Bertempat di Ruang Serbaguna Blok B Tanah Abang, Pihak Pengelola dan StartSmeUp.ID - sebagai divisi dari PT Daya Cipta Mandiri Solusi, anggota Asosiasi Pengusaha TIK Nasional, kembali mengadakan kegiatan Pelatihan / Workshop UKM Goes Online.

Kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan tahun lalu di tempat yang sama, yang semula melibatkan Bukalapak. Kali ini melibatkan 2 anggota APTIKNAS, dengan produk unggulan mereka untuk membantu UKM, yaitu : iReapPOS (Aplikasi Point of Sales) dan Apps2U (Platform online membuat apps).

Hadir dalam kesempatan kali ini, Ibu Bevi Linawati selaku BM Pengelola Mal Blok B Tanah Abang, Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso, Ketua DPD DKI APTIKNAS Fanky Christian, dan juga tamu dari luar jakarta, Tritan (DPD APTIKNAS JATIM) dan Mr. Tao (INSPUR China).


Foto. Suasana Blok B Tanah Abang, selaku pusat fashion terbesar Indonesia, yang telah efektif menerapkan Offline to Online (O2O). Tampak dalam gambar toko yang merupakan pedagang O2O.


Pihak pengelola menyediakan 1 kiosk untuk membantu tenant dalam mengelola bisnis online nya. Dan APTIKNAS melalui StartSmeUp.ID terlibat aktif di dalamnya.




Suasana di dalam Kiosk Kreatif, ada komputer, Manekin (ruang studio), dan proyektor untuk training dan pelatihan UKM Goes Online. Kiosk Kreatif terletak di Lantai 5.


Para pembicara yang hadir (ki-ka) : Ketua DPD DKI APTIKNAS Fanky Christian, CEO PT Sterling Tulus Cemerlang Andy Djojo , Hesty , Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso, GM Blok B Tanah Abang Bevi Linawati , DPD APTIKNAS JATIM Tritan , INSPUR China Mr. Tao.


Foto bersama para peserta yang hadir dalam sesi 1.

Sesi pertama membahas penggunaan Point of Sales berbasis aplikasi Android yang dikembangkan oleh iReapPOS.



Sesi kedua membahas pembuatan Apps dengan menggunakan platform aplikasi Apps2U





Semua peserta sangat antusias mendengarkan dan bertanya mengenai aplikasi-aplikasi ini dan sangat berguna bagi pengembangan usaha mereka.

Nantikan training UKM Goes Online berikutnya.


Presensi Elektronik ASN Pemkab Lumajang Rawan Diretas



Presensi elektronik di lingkungan Pemkab Lumajang “SiPERLU” rawan diretas. Saat proses uji coba, ada saja pegawai yang masih melakukan presensi di luar titik kordinat yang ditentukan.

Dilansir dari Humas dan Protokol Pemkab Lumajang, Agus Triyono, Staf Ahli Bidang Pembangunan mengatakan, Sistem Informasi Presensi Pemerintah Kabupaten Lumajang (SiPerlu) ini sangat berpengaruh terhadap PTT yang akan di terima setiap bulannya. Namun, masih ada pelanggaran yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggunakan 1 Handphone untuk lebih dari 1 orang. Bahkan melakukan presensi diluar titik kordinat yang ditentukan.

“Kalau ada ASN yang menghacker (meretas sistem) presensi elektronik (SiPerlu, red) tersebut akan diberi sanksi dengan tindakan tegas,” tambahnya.

Diketahui, saat ini Pemkab Lumajang sedang melakukan uji coba presensi bernama SiPERLU. Presensi elektronik ini rencananya mulai diberlakukan pada awal Oktober 2028. Hal ini merupakan bagian dalam visi mewujudkan “Smart City”.

“ASN yang mempunyai kreatifitas Hacker lebih baik bergabung dengan teman-teman yang menangani Informasi Teknologi (IT) BKD, agar bersama sama bekerjasama untuk memperkuat sistem,” tandasnya.

Sekedar informasi, aplikasi ini sebagai presensi ASN di Kabupaten Lumajang dengan cara membaca waktu dan sistem kordinat yang tersambung pada handphone milik pegawai. Aplikasi ini pun sudah tersedia di Playstore dan wajib diunduh oleh pegawai negeri di Kabupaten Lumajang.

Sumber:
https://kumparan.com/wartabromo/presensi-elektronik-asn-pemkab-lumajang-rawan-diretas-1539847609014006784

Rabu, 17 Oktober 2018

Integrasikan Seluruh Aplikasi OPD, Pemkot Siap Bangun Interoperabilitas


TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Masih terkotak-kotaknya aplikasi maupun data yang ada dalam suatu pemerintahan dinilai tidak efisien dan efektif.

Untuk itu, perlu adanya interoperabilitas, yakni pengintegrasian aplikasi-aplikasi yang ada menjadi satu portal atau aplikasi.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah mempersiapkan interoperabilitas untuk mengintegrasikan aplikasi-aplikasi yang sudah dimiliki Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Hari ini kami melakukan rapat koordinasi (rakor) pembahasan lanjutan rapat teknis pembuatan Portal Interoperabilitas dalam rangka memperkuat konsep Smart City di Kota Pontianak,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat membuka rakor di Aula Abdul Muis Muin Kantor Bappeda Kota Pontianak, Selasa (16/10/2018).

Ia menjelaskan, interoperabilitas ini adalah bagaimana aplikasi-aplikasi yang ada di masing-masing OPD terintegrasi dalam sebuah portal.

Semua ini supaya terkoneksi dalam sebuah aplikasi untuk melihat atau menggunakan aplikasi-aplikasi terkait maupun data-data yang ada di masing-masing OPD.

“Tujuannya dengan terintegrasinya aplikasi dan data-data ini, Pontianak akan menjadi smart city dan semakin cepat dalam memberikan pelayanan serta akuntabel,” ungkapnya.

Selama ini, kata Edi, aplikasi-aplikasi yang dimiliki OPD masih bersifat tersendiri. Artinya, untuk mengakses aplikasi-aplikasi tersebut, harus membuka akses di portal masing-masing OPD sehingga tidak optimal.

“Tetapi dengan adanya konsep interoperabilitas ini cukup hanya mengunjungi satu portal saja untuk mengakses ke berbagai aplikasi yang dimiliki OPD,” terang dia.

Interoperabilitas atau integrasi aplikasi ini juga menjadi bagian dari Rencana Aksi Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Kopsurgah) Korupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, rencana aksi ini sudah harus terealisir akhir tahun ini.

“Begitu pula dari Kemenpan meminta supaya data-data yang dimiliki Kota Pontianak bisa terkoneksi di satu sistem,” katanya.

Menurut Edi, pelayanan internal maupun pelayanan kepada masyarakat selama ini sudah berbasis aplikasi, hanya saja belum terintegrasi sehingga masing-masing OPD yang membuat aplikasi, untuk mengaksesnya harus dilakukan di portal OPD masing-masing.

“Kita sedang meningkatkan infrastruktur dii bidang IT ini. Saya juga mengajak para provider untuk memperkuat kehandalan jaringannya,” tuturnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Uray Indra Mulya, menerangkan, terkait dengan interoperabilitas, bahwa sistem ini mengintegrasikan semua aplikasi yang ada di lingkungan OPD Pemkot Pontianak.

“Selama ini macam-macam, Dikbud punya aplikasi sendiri, Kominfo sendiri, Badan Keuangan sendiri dan sebagainya. Nah, ini akan kita intergrasikan menjadi satu,” terangnya.

Pihaknya menggandeng konsultan untuk melakukan interoperabilitas. Untuk itu, seluruh OPD Pemkot Pontianak dihadirkan mengikuti rakor. Sebab, berbagai aplikasi yang dimiliki OPD dibangun dengan berbagai jenis platform, dimana bahasa sistemnya berbeda satu sama lainnya.

“Sengaja kita kumpulkan OPD-OPD supaya dengan masuknya konsultan interoperabilitas, bisa mengidentifikasi sistem yang digunakan masing-masing OPD itu,” imbuh Uray.

Dari hasil pembahasan yang digelar ini, lanjutnya, tentu nanti ada yang mesti ditambahkan atau direvisi oleh masing-masing OPD.

“Misalnya di Kominfo, terkait dengan aplikasi yang dimiliki, oleh konsultan developer diminta untuk ditambahkan beberapa item supaya bisa terintegrasi,” jelasnya.

Sebaliknya, tambah Uray, pihak konsultan juga harus menyiapkan item-item apa supaya bisa mengintegrasikan aplikasi-aplikasi yang ada.

“Inovasi-inovasi yang diciptakan oleh masing-masing OPD yang selama ini hanya bisa dilihat oleh OPD bersangkutan, ke depan kita minta seluruh aplikasi dan inovasi OPD-OPD yang ada cukup dilihat di satu dashboard saja,” pungkasnya.

Sumber:
http://pontianak.tribunnews.com/2018/10/17/integrasikan-seluruh-aplikasi-opd-pemkot-siap-bangun-interoperabilitas?page=all

Buat Aplikasi Usul Mas, Bupati Kabupaten Pati Ingin Serap Aspirasi Masyarakat


TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah Indonesia kini terus melakukan Gerakan 100 Smart City.

Gerakan tersebut kini tengah memasuki tahap kedua, di mana terdapat 50 kota/ kabupaten yang akan bertransformasi menjadi smart city di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Pati.

Program smart city di Kabupaten pati akan memasuki proses berkelanjutan serta perbaikan layanan kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan untuk menjadi sebuah kota atau kabupaten yang dikategorikan kota pintar.

Untuk mendukung Kabupaten Pati dalam smart city, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pati ikut meluncurkan sebuah aplikasi yang diberi nama Usulan Masyarakat (USUL MAS).

Peluncuran aplikasi ini dilaksanakan Rabu (17/10/2018) di Ruang Penjawi Setda Pati.

Aplikasi berbasis android ini, dirancang sebagai model perencanaan partisipasi untuk menjaring aspirasi masyarakat di dalam sistem perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Pati.

Bupati Pati Haryanto mengungkapkan aplikasi USUL MAS, bisa membantu dalam menampung aspirasi dan inspirasi dari masyarakat dalam membangun Kabupaten Pati.

Masyarakat dapat memberikan usul melalui aplikasi ini, baik itu pembangunan atau infrastruktur lainnya.

"Terlebih bagi masyarakat yang tidak mungkin mengikuti musrenbang. Namun, tetap yang menjadi patokan utama adalah musrenbang," imbuh Haryanto.

Bupati menekankan adanya aplikasi tidak sekedar untuk proper, dilaunching, kemudian tak terurus.

Tak ingin hal itu terjadi, Bupati Haryanto menegaskan bahwa admin harus standby dan up to date.

"Yang mana bila ada perubahan data atau info lainnya, tidak tertinggal dan yang diinformasikan sudah pasti terbaru. Dengan adanya aplikasi ini bukan berarti sudah selesai. Ini pelayanan harus tambah baik terus dan masing- masing kota beda fokusnya, menyesuaikan kebutuhan kota itu," tegas suami Musus Indarnani itu.

Kasubbid Perencanaan Bappeda, Slamet menjelaskan, tujuan awal dirinya membuat aplikasi USUL MAS untuk menampung partisipasi masyarakat Kabupaten Pati guna untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Pati.

"Aplikasi yang dilaunching langsung oleh Bupati Haryanto ini, diharap terus on going, karena dinamika terus berjalan," pungkasnya.

Sumber:
http://jateng.tribunnews.com/2018/10/17/buat-aplikasi-usul-mas-bupati-kabupaten-pati-ingin-serap-aspirasi-masyarakat