• Breaking News

    Dua Kota di Bali Adopsi Smart City


    BANDUNG – Untuk menularkan program Smart City di daerah lain, Pemkot Bandung menjalin kerjasama dengan dua Kota di Bali dan satu perguruan tinggi. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk bersama-sama meningkatkan performa kinerja masing-masing institusi.

    Kota Denpasar dan Kabupaten Tabanan berencana akan mereplikasi sejumlah aplikasi yang telah lama diterapkan di Kota Bandung. Bahkan, langkah ini akan diadopsi juga oleh Universitas Udayana.

    Kerja sama strategis oleh ketiga institusi tersebut karena Pemerintah Kota Bandung dinilai berhasil dalam menerapkan prinsip smart city. Tidak hanya soal aplikasi, lebih dari itu juga terkait ketersediaan infrastruktur jaringan maupun sumber daya manusianya.

    “Kami bekerja sama dengan Kota Bandung salah satunya terkait penerapan SILAKIP (Sistem Informasi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah),” ujar Rektor Universitas Udayana, A. A. Raka Dewi selepas penandatanganan kerja sama.

    Menurutnya, aplikasi Silakip (Sistem Informasi Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah) Kota Bandung telah diakui dan telah direplikasi puluhan kota/kabupaten di Indonesia. Terlebih karena akuntabilitas kinerja atau SAKIP Pemkot Bandung memiliki nilai A dalam beberapa tahun terakhir ini.

    “Kerja sama ini dalam rangka untuk mewujudkan clean and good university. Sekarang SAKIP Universitas Udayana sudah B, sebelumnya A. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat meningkatkan nilai tersebut,” harapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengemukakan, langkah membangun kolaborasi harus terus dikembangkan. Paradigmanya sekarang bukan lagi menonjolkan persaingan melainkan menjunjung prinsip tumbuh bersama.

    “Setiap daerah harus bersama-sama berkolaborasi untuk kemajuan dan tujuan bersama untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    Mang Oded, sapaan akrabnya pun mengajak untuk membangun pemahaman bersama sehingga kolaborasi tersebut benar-benar menjadi wadah dalam pengembangan smart city dan e-goverment, pendidikan, seni budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, sumber daya manusia, dan bidang lainnya.

    “Sekali lagi mari kita terus perkuat kolaborasi ini. Semoga apa yang menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur, sejahtera dapat sama-sama kita wujudkan di masing-masing daerah,” harapnya.

    Sumber:
    http://jabarekspres.com/2018/dua-kota-di-bali-adopsi-smart-city/

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad