• Breaking News

    Mentan: Alsintan Mendukung Revolusi Industri 4.0

    Serpong - Hasil pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Kementerian Pertanian (Kementan) berinisiatif menggenjot produktivitas pertanian dengan meluncurkan Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian untuk menjawab tantangan revolusi industri 4.0.

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang keempat atau disebut juga industri 4.0, ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan.

    "Ke depan olah lahan, tanam, panen hingga pengolahan dilakukan menggunakan remote control dari rumah," ujar Amran saat kunjungan kerja ke Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Serpong, Banten dalam keterangannya, Rabu (15/5/2019).

    Mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Ia menyatakan anggaran Kementerian Pertanian untuk mekanisasi dan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) saat ini sudah naik 2.000%.

    "Inovasi dan pemanfaatannya oleh petani perlu terus didorong. Melalui implementasi industri 4.0 di sektor pertanian, diharapkan proses usaha tani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing," jelas Amran.

    "Intinya, pertanian modern harus dapat menaikan pendapatan petani, menekan biaya produksi, juga meningkatkan kesejahteraan petani" ujar Amran lagi.

    Amran mengatakan bahwa kementeriannya melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) juga telah mendukung pengembangan Industri 4.0 dengan memanfaatkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet, dan mesin cerdas (artificial intelligence).

    Teknologi ini kemudian digabung menjadi generasi baru yang dimanfaatkan untuk menggerakkan traktor sehingga mampu beroperasi tanpa operator, pesawat drone untuk deteksi unsur hara, dan robot grafting.

    "Semua inovasi teknologi yang telah dikembangkan oleh Badan Litbang diharapkan diadopsi dan diproduksi masal oleh para perusahaan alsintan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas usaha tani sehingga mampu meningkatkan produksi usaha tani dan kesejahteraan petani," ujar Amran.

    Pada kesempatan tersebut, Amran juga berkunjung melihat langsung ke lokasi workshop. Melihat langsung alsintan yang di kerjakan oleh para peneliti dan perekayasa dari BB Mektan.

    Amran mengakui, peran perekayasa sangat penting, maka sejak awal kepemimpinannya, Amran mendorong 1.128 peneliti Balitbangtan untuk melakukan inovasi dengan memberikan insentif berupa royalti. Ia juga meminta sejumlah stakeholder penting termasuk sejumlah kepala daerah, Kepala Pusat Bidang Diklat BPPT, Kepala PUSPIPTEK dan perwakilan dari sejumlah kampus, Perusahaan Alsintan, dan Para Perekayasa, untuk mendorong sektor pertanian agar lebih berdaya saing. (idr/hns)

    sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4550498/mentan-alsintan-mendukung-revolusi-industri-40

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad