• Breaking News

    Universitas Mercu Buana Pamerkan 174 Aplikasi Karya Mahasiswa

    Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta menggelar pameran 174 aplikasi karya mahasiswa kampus tersebut.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
    JAKARTA - Menghadapi Industri 4.0, ratusan mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) dipacu untuk membuat startup. Tantangan memecahkan mencari solusi untuk memecahkan masalah masyarakat menjadi visi pembuatan startup.

    Hal itu diungkapkan dalam pameran karya mahasiswa yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Mercu Buana, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (5/7/2019). Acara yang menampilkan 174 aplikasi mahasiswa itu akan dilangsungkan hingga Sabtu, 6 Juli 2019 besok.

    Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana, Mujiono Sadikin mengungkapkan, event ini sengaja dibuat untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat aplikasi. "Jadi mereka kuliah tidak melulu hanya teori, ada praktik yang perlu dilakukan. Kan prinsipnya harus ada kompetisi, pengetahuan, keterampilan, dan attitude,” kata Mujiono pada Jumat (5/7/2019).

    Karena itu, dengan adanya pameran karya ini, Mujiono berharap mahasiswa dapat melatih dan mendekatkan diri terhadap Industri 4.0 dan masyarakat.
    Soal tahapan pengembangan startup, menurut Mujiono, hal itu akan mengikuti beberapa tahapan mulai dari pembuatan, pengembang, hingga memproduksi.
    Meski demikian, dipakai atau tidak, aplikasi yang dibuat akan dinilai masyarakat untuk digunakan atau tidak.“Yang terpenting benih-benih itu kita tanam dari sekarang. Sehingga ketika mereka lulus, pohon itu telah jadi. Realistis saja kita, kalau diterima masyarakat, berarti dibutuhkan,” tuturnya.
    Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Wachyu Hari Haji mengatakan, kegiatan ini telah dilakukan sejak 2014 lalu dengan gelaran dua kali setahun. Untuk tahun ini, sedikitnya ada 174 kelompok yang berlomba membuat aplikasi menarik. “Satu kelompok diisi tiga orang,” ujarnya.

    Meskipun baru sekedar internal dilingkungan kampus, namun beberapa aplikasi telah berhasil dibuat dan diproduksi, salah satunya bisnis Zippedia yang kini telah didownload pada perangkat IOS dan Android. “Nah untuk hasil karyanya bisa di lihat di YouTube,” tutupnya.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad