• Breaking News

    Dunia Virtual Tanpa Limit Akankah Menjadi The New Normal?



    Bandung – RumahMillennials.com | Pembatasan sosial sekarang ini membuat virtual social dan virtual event menjadi alternatif untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu tren teknologi yang mendukung terjadinya hal ini adalah virtual reality. Kali ini sharing session secara daring yang dilakukan Rumah Millennials dengan narasumber Andes Rizky (Co Founder Shinta VR) membahas teknologi VR sebagai posibilitas interaksi masa manusia di masa depan.
    Tren teknologi yang menarik ini memiliki pengertian secara dua garis besar, yaitu immersive dan interactive. Sensasi yang diberikan kepada pengguna (user) seolah-olah nyata inilah yang disebut immersive. Tak hanya merasakan sensasi, pengguna juga akan berinteraksi dengan medan fiktif yang berikut disebut dengan interactive. Sebelumnya, teknologi VR ini sudah digunakan di berbagai sektor, yang terpopuler adalah dalam game. Namun, tak hanya itu VR sendiri digunakan dalam aspek pendidikan untuk simulasi atau praktik yang tak memungkinkan user melakukannya dalam keadaan nyata.
    Hal unik yang terjadi selama masa karantina ini dengan adanya VR adalah rapper ternama asalAmerika, Travis Scott, yang menggelar konser virtualmelalui game Fortnite. Konser ini sukses besar dengan partisipasi lebih dari 12 juta pemain, angka yang fantastis apabila konser dilaksanakan secara nyata. Tak ayal konser ini pun diberi penghargaan sebagai One of the Breakthrough in Virtual Concert.
    Selain itu, YouTubesebagai platform video populer masa kini pun tak mau ketinggalan digandrungi oleh tren teknologi ini. Belakangan ini bermunculan virtual youtuber yang tentunya menghadirkan konten-konten menarik dengan menghadirkan voice action untuk konten videonya contohnya youtuber Maya Putri serta kakak-beradik Andi Adinata dan Alia Adelia.
    Selain dunia hiburan teknologi ini sudah dimanfaatkaan untuk interaksi sosial yaitu virtual social platform. Sebut saja VR Chat yang dirilis pada tahun 2018, AltSpaceVr yang menghadirkan event beragam, dan VTimeXR. Virtual social ini menerapkan pendekatan kondisi nyata dimana manusia acap kali berkomunikasi dan melakukan interaksi sosial antar sesama manusia baik melalui forum pribadi ataupun umum. Tak mengejutkan bila dikatakan ini akan menjadi the new normal untuk masa yang akan datangBahkan perusahaan raksasa media sosial Facebookyang sudah mengakuisisi Whatsappdan Instagrampun tertarik untuk mengembangkan media sosial ke arah teknologi virtualdimulail dengan mengembangkan Facebook Horizon.
    Setelah penggunaan teknologi ini secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari pada masa karantina ini, bukan tak mungkin perubahan metode interaksi sosial selanjutnya akan berubah. Mengingat teknologi VR tidak memberikan limitasi akan jumlah dan ruang gerak, penggunaakan mampu menjadi siapa saja dan berada di mana saja dalam dunia virtual tersebut. Kelebihan tersebut yang tak didapat apabila pengguna melakukan aktivitas secara fisik. Pada akhirnya kita sebagai user hanya akan perlu memilih “join or not join” dalam virtual reality ini.

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad