• Breaking News

    Bagaimana Edge AI Mengubah Perangkat Cerdas

    Foto: istimewa/internet
    Jakarta - Dalam istilah sederhananya, pemrosesan 'edge' merupakan 'analisa lokal di perangkat.' Ini artinya data ditangani secara lokal tanpa perlu mengunggah ke layanan cloud untuk pemrosesan lebih lanjut.
    Proses ini menghemat bandwidth antara perangkat edge dan layanan Cloud. Selain itu dimungkinkan menyembunyikan latensi sehingga mengurangi masalah hilangnya packet selama transmisi sekaligus meningkatkan keamanan data.
    Belakangan ini edge AI semakin menjadi pilihan untuk Internet-of-Things (IoT), terutama di perangkat smart home dan kendaraan otonom. Dengan kemampuan pemprosesan edge AI terus menerus untuk kemampuan pemrosesan edge AI membuat penggunaan baru semakin berkembang di industri smartphone.
    Salah satu kegunaan AI dalam smartphone adalah dukungan untuk pengenalan obyek secara real-time. Jika ada gambar produk di salam sebuah foto, sistem bisa secara otomatis mengidentifikasi dan menganalisa merek, warna dan ukuran produk.
    Sistem juga bahkan bisa menyediakan gaya, harga atau juga hasil ulasan produk oleh konsumen. Ini menyingkat banyak waktu dari tahap "wah terlihat bagus" hingga pembelian.
    Hal ini merupakan salah satu aplikasi praktis dari edge AI yang sangat meningkatkan pengalaman pengguna. Data memperlihatkan bahwa untuk perangkat terminal dengan edge AI aktif, kinerja pemrosesan edge meyediakan kinerja 200 gambar per detik dan akurasinya meningkat dari 50% menjadi 99%.
    Jika gambar awal mungkin diambil dari internet, faktor pengenalan cerdas diproses seluruhnya di dalam perangkat.
    Nyalakan televisi cukup dengan melihatnya
    Selain di smartphone, aplikasi edge AI juga berguna di rumah cerdas dan mobil. Sebagai contoh, MediaTek memiliki platform visi AI yang bisa digunakan di televisi cerdas, kamera cerdas, sistem hiburan dalam kendaraan, dan lain-lain, menghadirkan pengalaman AI dari smartphone ke perangkat-perangkat lain dengan layar cerdas.
    Mungkin sebentar lagi televisi cerdas tidak akan memerlukan remote control, dan cukup dengan pengenalan wajah dan kendali suara. Kita bisa mengendalikan televisi dengan "berbicara" dengannya untuk mengubah kanal atau dengan gestur seperti melambaikan tangan ke kiri dan kanan untuk mengatur volume suara.
    Selain itu, deteksi tampilan cerdas bisa menyesuaikan parameter kualitas gambar dengan konten yang sedang ditonton. Misalnya, televisi hanya akan menyala sesuai kehendak ibu atau ayah, bukan anak-anak. Atau acara favorit akan secara otomatis diputar ketika makan malam, berita ketika makan pagi, dan sebagainya. Ada banyak potensi untuk menjadikannya seperti keinginan penghuni rumah.
    Edge AI generasi berikut di Pengeras Suara Cerdas
    Asisten suara cerdas sekarang sudah memiliki kemampuan edge AI, tapi kita masih berada di tahap awal. MediaTek memiliki SoC yang berkemampuan edge AI canggih dengan fitur-fitur lebih maju yang dirancang khusus untuk perangkat-perangkat asisten suara, yang, misalnya, mendukung pengaktifan lewat suara dengan daya ultra-rendah, perintah far-field berdaya rendah baru, pengenalan suara yang diproses secara lokal, dan lain-lain.
    Sederhananya, produk-produk berkemampuan suara akan mampu membedakan suara pemilik dan tamu, secara otomatis menghilangkan suara di latar belakang, menyediakan pengenalan kondisi suara, dan tingkat-tingkat penyesuaian alih-alih sepenuhnya mengandalkan layanan Cloud.
    AIoT memberikan kita 'Masa Depan yang Seluruhnya AI'
    MediaTek mendorong IoT lebih dari sekadar perangkat, menambahkan kecerdasan dan kekuatan pemrosesan yang sebelumnya tidak ada. Application IoT (AIoT) menggabungkan edge AI dan IoT. Sebagai contoh, tidak perlu memasang perangkat asisten suara di tiap ruangan di masa depan, karena fungsinya bisa ada di produk-produk rumah cerdas seperti bohlam lampu, televisi, jam di tempat tidur, dan lain-lain.
    Di dalam dunia aplikasi perangkat IoT, tidak ada sakelar lampu. Cukup katakan "matikan lampu", dan sebuah cip kecil akselerator AI yang ada di bohlam lampu akan menjalankan perintah tersebut. Cip ini akan memiliki kemampuan untuk 20 hingga 30 kata yang bisa diresponnya.
    Saat ini, komputasi edge telah mengubah pemrosesan data dari cloud tradisional ke perangkat terminal, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Namun, jika big data dan AI digabungkan ke dalam proses ini, upaya-upaya komputasi akan sangat meningkat dengan hasil langsung dalam efisiensi.
    MediaTek edge AI telah diaplikasikan di luar pasar smartphone, misalnya untuk elektronika otomotif dan rumah cerdas.
    *) Penulis adalah General Manager, Computing and Artificial Intelligence Technology Group, MediaTek

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad